Boyolali, 6 November 2022—Mahasiswa KKN RDR 77 kelompok 30 UIN Walisongo Semarang membuat program tanaman hidroponik bersama masyarakat Ngadirejo, Simo, Boyolali (Minggu, 06 November 2021). Pemanfaatan lahan yang sempit sangat cocok digunakan sebagai media untuk penanaman tanaman hidroponik.

Tanaman ini bisa dikatakan sebagai penanaman tanaman yang modern, karena tidak memerlukan lahan yang luas dan sederhana. Jenis tanaman yang dipilih adalah bibit sawi. Sebab sawi termasuk sayuran yang mudah tumbuh dan usia panen sawi sangat cepat, yakni kurang lebih sekitar satu bulan.

Program pertanian hidroponik ini bekerja sama dengan masyarakat setempat dan diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Memanfaatkan lahan yang kosong
  2. Memperkenalkan metode pertanian modern kepada masyarakat sekitar
  3. Memberi pengetahuan tentang ketahanan pangan
  4. Menciptakan peluang usaha di masa pandemi
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  6. Menambah pengetahuan terkait pemanfaatan SDA
  7. Menumbuhkan kesadaran dan kemandirian masyarakat terkait pengelolaan sumber daya yang ada.

Kegiatan kelompok 30 KKN RDR 77 UIN Walisongo Semarang masih dihantui pandemi Covid-19, sehingga semua kegiatan KKN dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Maka, kegiatan yang dilaksanakan salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang minimalis. Hal itu dioptimalkan sebagai upaya untuk ketahanan pangan.

Baca Juga  Pengajian Umum dan Pelantikan IPNU-IPPNU Bentuk Perpisahan Tim KKN UIN Walisongo Posko 55

New Normal dan Syarat Herd Imunity 

Previous article

Korps GPII Putri Jateng Adakan Lomba Cover Sholawat

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in News