Kota Semarang segera menjadi tuan rumah mal terbesar di Indonesia dengan dibangunnya Pakuwon Mall Semarang di kawasan Gombel Lama.
Prosesi groundbreaking untuk proyek superblok ini dilakukan pada Senin (18/8), menandai dimulainya pembangunan pusat perbelanjaan modern yang dibangun di atas lahan seluas 12,7 hektare pada tahap pertama.
“Setelah beroperasi nanti, Pakuwon Mall akan minimal menyerap 10.000 tenaga kerja. Kami berkomitmen mengutamakan perekrutan dari warga ber-KTP Semarang,” ujar Direktur Marketing Pakuwon, Sutandi Purnomosidi.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa mal ini bukan sekadar pusat belanja, tetapi juga akan menjadi penggerak ekonomi bagi warga lokal.
Tahap pertama pembangunan mal ini mencakup Net Leasable Area (NLA) seluas 134.000 meter persegi, dilengkapi piazza yang dapat menampung hingga 5.000 orang, area lapangan golf, serta ruang pameran dan konvensi.
Selain itu, untuk mendukung kenyamanan pengunjung, disiapkan area parkir bagi 5.000 mobil dan 3.000 motor, serta dua hotel berbintang empat dan lima dengan total 538 kamar.
Menurut Sutandi, total investasi tahap pertama menembus Rp 5,6 triliun.
“Jika digabungkan dengan pembangunan tahap kedua, total investasi diperkirakan menembus Rp 12 triliun. Tahap dua akan dilakukan setelah pusat perbelanjaan tahap pertama beroperasi, dengan tambahan ruang sewa seluas 80.000 meter persegi NLA,” tambahnya.
Dengan demikian, luas Pakuwon Mall Semarang nantinya akan mencapai 214.000 meter persegi, melampaui Pakuwon Mall Surabaya yang saat ini menjadi mal terbesar di Indonesia dengan luas 200.000 meter persegi NLA.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan bahwa proyek ini tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga solusi teknis bagi persoalan geologi kawasan Gombel Lama.
“Nanti, pergeseran tanah di Gombel Lama akan selesai dengan solder pile,” jelasnya.
Dengan keberadaan mal ini, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Semarang bisa mencapai delapan persen seiring meningkatnya investasi dan terbukanya lapangan kerja.
Namun, pembangunan mal ini membutuhkan perhatian khusus terhadap kondisi tanah yang dikenal rawan pergerakan.
“Dalam satu tahun ke depan mungkin tidak akan terlihat pembangunan di atas permukaan karena pekerjaan lebih difokuskan pada struktur tanah,” ujar Sutandi.
Hal ini menunjukkan keseriusan pihak pengembang dalam memastikan keamanan dan kualitas konstruksi superblok ini.
Pakuwon Mall Semarang juga diproyeksikan menarik pengunjung dari daerah penyangga, seperti Demak, Kudus, hingga Batang.
Kehadiran mal ini diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian kawasan Gombel, Tinjomoyo, dan Ngesrep.

