Site icon Baladena.ID

Muhammad Syafi’i Antonio: Antara Ustad dan Ikon Keuangan

Orang awam pasti kebingungan ketika mendengar seorang ustad yang menjadi ikon keuangan. Berpikir bahwa seorang ustad yang terjun dalam dunia keuangan adalah sebuah kesalahan dan dianggap sebagai ustad yang hanya mengejar uang saja. Padahal ini bukanlah hal yang negatif, melainkan sesuatu yang positif. Muhammad Syafi’i Antonio adalah seorang yang mendalami ilmu agama Islam yang sebenarnya bukanlah agamanya sejak kecil. Sudah banyak cerita-cerita mengenai muallaf yang menjadi ustad, terutama di Indonesia. Antonio merupakan salah satu diantaranya, tetapi beliau memiliki keunikan tersendiri yang membedakan dengan cerita lainya.
Beliau, anak seorang biksu agama Konghucu bernama Nio Sem Nyau, tentunya keluarga berketurunan Tiong Hoa dengan nama asli Nio Cwan Chung. Walaupun dia berdarah Tiong Hoa, tetapi pergaulan telah membawa beliau mengenal apa itu Islam. Teman-teman sebayanya dan lingkungan masyarakat maupun sekolahan membuat Antonio kecil sudah pandai mempraktikan gerakan sholat, secara diam-diam. Walaupun belum mengikrarkan diri sebagai seorang Muslim, tetapi beliau suka akan dunia Islam. Menilsik keluarga Antonio yang sangat memberikan kebebasahan kepada setiap anggota keluarga untuk menganut angama.
Perjalanan Antonio yang berganti agama dari Konghucu menjadi Prostetan, hingga berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio, tidak membuat keluarga menolak ataupun menentang keputusan beliau. Tetapi, hanya satu agama yang tidak boleh untuk dianut, yaitu Islam. Ayah Antonio mengakui bahwa Islam sebagai agama yang baik, apalagi melihat dari sisi Al-Qur’an dan hadist. Namun, Ayah beliau sangat heran ketika beberapa pemuka agama Islam yang tidak mencerminkan ajaran agamanya.
Sebagai seorang anak yang tergugah hatinya untuk mencari agama yang benar. Maka, beliau mencoba untuk mengkaji ajaran Islam lebih mendalam lagi dengan cara membandingkan antara satu agama dengan agama yang lainya. Dalam pengejaran jalan kebenaran, beliau memakai tiga cara, yaitu pendekatan sejarah, pendekatan alami’ah dan pendekatan nalar rassio biasa. Setelah melalui fasse perbandingan, maka beliau menyimpulkan bahwa agama Islam bersifat universal. Akhirnya dengan melalukan perenungan dan memantapkan hati, ketika berumur 17 tahun duduk di bangku SMA, beliau mengucapkan kalimat syahadat pada tahun 1984.
Kemudian nama beliau berganti menjadi Muhammad Syafi’i Antonio. Benar saja, perpindahan agama yang dilakukan oleh beliau sangat ditentang keras oleh keluarga hingga diusir dari rumah. Bukan hanya beliau saja yang masuk Islam, tetapi juga membawa Sang Ibu mengucapkan dua kalimat syahadat atas kegigihan Antonia menyebarkan agama Islam. Mendalami agama Islam saja, terasa masih kurang ketika tidak mengetahui ilmu-ilmu lainya. Oleh karena itu, selagi mengenal lebih dalam agama Islam beliau terjun kedalam dunia perekonomian dengan melanjutkan S2 di Internasional Islamic University (UII) mempelajari ekonomi Islam.
Berdakwah bukan hanya dapat dilakukan dengan pergi ke satu daerah ke daerah yang lain, tetapi dakwah bisa dilakukan dengan mengajarkan tata cara syariat Islam ke dalam kegiatan yang melekat di masyarakat, yaitu perekonomian. Beliau ingin sekali mengetahui kehidupan dan tatacara ekonomi secara Islam. Setelah mengetahui, perekonomian yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw serta kekaguman, yang dituangkan ke dalam buku “Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager”. Beliau terkenal dengan kepintaranya akan dunia perekonomian terkhususnya dunia perbankan syariah. Beliau ingin menghadirkan pandangan yang berbeda dikalangan masyarakat mengenai seorang Ustad yang mendalami ilmu keuangan.
Beliau mengajarkan dan memberikan arahan terhadap para mahasiswa ataupun lembaga lainya, mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan benar sesuai dengan syariat Islam. Seperti pepatah “Menyelam sambil minum air”, itulah yang dilakukan oleh Muhammad Syafi’i Antonio yang melakukan dakwah seraya meningkatkan ilmunya mengenai keuangan, baik pandangan Barat ataupun Islam. Karena, kedua-duanya dapat dibandingkan dan menjadi pengetahuan yang baru. Jadi, tidak ada salahnya apabila seorang ustad terjun ke dalam ilmu-ilmu lainya selagi dengan niat berdakwah dan memperbaiki hidup karena Allah SWT.
Berdakwah merupakan kewajiban setiap umat Islam, karena agama Islam merupakan agama dakwah yang tentunya mengajak setiap orang menuju jalan yang diridhai Allah SWT. Karir beliau mulai sukses dan dikenal sebagai Ustad pengemban julukan ikon keuangan. Dunia literasi pun beliau jelajahi dengan mengasilkan buku-buku hasil karyanya sendiri (Aktivis). Sungguh, jalan yang diberikan Allah tidak akan terduga-duga dengan membolak-balikan hati manusia. Sehingga, manusia tersebut akan mencari jati dirinya sebagai mahluk yang diciptakan oleh penguasa alam semesta.
Bukan hanya itu saja, beliau mempelopori Yayasan Tazkia dengan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan seperti, komplek Andulusia Islamic Center (AIC) dibentuk untuk penguatan finansial umat, spiritual, intelektual yang didasari oleh nilai-nilai luhur spiritual.

Exit mobile version