Menjadi cantik adalah dambaan setiap perempuan, bahkan mungkin impian sebagian laki-laki, buktinya banyak laki-laki yang rela menguras kantong hanya untuk menjadi perempuan dan cantik walaupun resikonya memang gagal dan berisiko kecacatan. Berbagai produk kecantikan sangat laris di pasaran. Maraknya kontes kecantikan dewasa ini semakin kencang diadakan. Berbagai kategori cantik disandangkan bagi perempuan yang dinilai cantik. Indonesia sendiri sekarang memiliki value cantik yang dipengaruhi oleh negara Korea dan Jepang. Kategori cantik diidentikan dengan kulit putih bersih dan tubuh yang molek indah. Padahal tidak ada hubunganya antara cantik yang diartikan kulit putih bersih, tubuh yang indah dengan cantik yang diperkenalkan oleh islam.
Ini sungguh hal yang sangat berbeda jika dilihat dari kacamata islam. Islam dan al-Qur’an melihat kecantikan bukan hanya dari tatapan fisik dan rupa semata, tetapi yang identifikasi dari cantik menurut islam adalah tekanan pada kecantikan sifat, tabiat, kecantikan hati, dan akhlak yang dimiliki oleh seorang perempuan. Perempuan muslim tidak perlu terpengaruh kepada paradigma cantik yang saat ini umum didefinisikan. Perempuan tidak perlu insecure apabila Allah memberikan rupa fisik yang tidak terlalu indah dilihat, karena memang pada dasarnya cantik adalah tergantung pada ahlak tingkah laku seorang perempuan.
Akan tetapi, bukan berarti kita harus apadanya kemudian berpenampilan tidak beraturan. Islam sangat jelas dan tegas bahwa perempuan harus menjaga dirinya sendiri. Artinya perempuan muslim harus bisa menjaga penampilanya dari liar maupun dalam. Tetap perempuan muslim harus memperhatikan gaya pakaianya supaya terlihat rapi dan indah tetapi tidak keluar dari syariat islam. Apalagi bagi perempuan muslim yang masih sendiri, niscaya dia harus bisa menutupi tubuh dan kecantikanya untuk dihadiahkan kepada sang calon suaminya nanti. Jangan sampai ada bagian tubuh seorang perempuan muslim terumabar gratis bagi laki-laki yang bukan mahromnya.
Cantik dalam perspektif islam lebih lanjut adalah ketika seorang perempuan muslim menjadi tempat yang nyaman bagi orang-orang disekitarnya. Dia mampu mampu menjadi sosok yang mudah beradaptasi dengan lingkungan yang membutuhkanya. Hal ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi seorang perempuan muslim.
Kategori cantik selanjutnya dalam islam adalah rasa malu. Malu yang dewasa ini mulai hilang dari peradaban kebiasaan perempuan. Jika dahulu malu tidak mampu punya malu adalah hal sulit ditemui, sekarang seakan-akan jika masih ada perempuan yang mempunyai malu adalah tidak tren, tidak asik, dan terlalu norak. Sikap malu ini harus direvitalisasi dikehidupan muslimah pada umumnya. Tetapi bukan berarti malu ini akan menghambat perkembangan perempuan muslim, malu yang harus ditumbuhkan adalah rasa malu apabila dia harus mengumbar aurat, mengatakan perkataan jelek, malu apabila kualitas otaknya kosong, malu apabila dia belum bisa mandiri, dan malu-malu lain yang mengarah kepada kebaikan seorang muslimah.
Selanjutnya, karakter bijaksana harus dimiliki oleh seorang perempuan muslim. Ini dilihat dari bagaimana dia menyikapi dan menyelesaikan sebuah masalah. Tentu hal ini adalah praktik besar yang harus senantiasa dilatih oleh setiap muslimah. Karena, bijaksana bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi tingkat emosi perempuan yang cenderung naik turun. Perempuan muslim yang ingin terlihat cantik, memang sudah seharusnya menata diri menjadi seorang yang lebih bijaksana.
Kategori terakhir adalah level kecantikan tertinggi yaitu sabar dan ikhlas dalam menghadapi segala sesuatu yang telah Allah berikan, tetapi didalamnya mengandung unsur ujian. Ikhlas dan sabar adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan, karena kaitanya dengan kesucian hati. Seseorang bisa saja mengatakan melalui lisanya dia telah ikhlas dan sabar. Namun ternyata pada hatinya masih belum bisa menumbuhlan ikhlas dan sabar tersebut. Maka hal ini adalah suatu perkara yang jelas sangat perlu dilatih, apabila satu dua kali ikhlas belum bisa sepenuhnya dirasakan oleh hati, jangan sekali-kali merasa percuma. Teruslah berlatih sampai menjadi terbiasa dan hati terbiasa menerima dengan ihlas dan sabar.

