Semarang – Monash Institute menggelar acara pelantikan, launching buku, dan buka bersama dalam satu waktu. Acara tersebut digelar pada tanggal 6 April 2022 dan bertempat di Monash Library.
Acara dimulai dengan buka bersama oleh para disciples dan dilanjut dengan acara pelantikan dan launching buku bakda jama’ah sholat isya’. Pelantikan secara resmi oleh Direktur Eksekutif Monash Institute untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden dan reshuffle menteri dan parlemen periode April 2022.
Diantara nama-nama yang dilantik adalah, Muhammad Wildan Maulana (Presiden), I Anatur Roziqoh (Wapres), Ana Alfiana (Mensesneg), Galang Jalaludin (Mencocre), Linda Arifatul Ulya (Menekbumi), Saidah Ma’rifah M.Z. (Mendiristek), Wiedya Listrina (Menperpek), Naila Rifqiyani (Menakbun), Nor Lailatun Nisfah (Menbas), Febriani, Windy Sholichayul A., dan Arbabun Nuha (Menkes), dan Ulya Indarini, Wahyuningsih dan Nilna Husnayain (Menkeb).
“Selamat atas dilantiknya Bang Ahmad dan Mbak Ana sebagai presiden dan wakil presiden. Semoga mampu mengemban amanah dengan baik dari periode-periode sebelumnya, ” ujar Fajri Rafli dalam sambutan presiden Monash Institute periode sebelumnya di Monash Library (6/4/2022).
Setelah acara pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan launching buku oleh tujuh penulis. Diantaranya, Algoritma (karya: Ianatur Roziqoh), Jatuh Dari Mimpi (karya: Mochammad Faqih), Darah Di Balik Khimar (karya: Umi Chusniati), Mimpi Anak Kampung (karya: Ulfaturrohmah), HMI: Harapan Masyarakat Indonesia (karya: Alwi Husein Al Habib) Pratibha (karya: Nor Lailatun Nisfah), dan Keadilan Angan (karya: Syukur Abdillah). Acara ini diisi dengan sharing-sharing oleh para penulis dan ada juga penampilan pembacaan puisi oleh Luthfiah untuk menambah kemeriahan acara launching buku ini. Tidak lupa acara bagi-bagi buku pun dilakukan, semakin membuat kemeriahan acara Rabu malam (06/04).
“Malam ini saya bahagia setidaknya karena empat hal. Pertama, karena akhirnya kalian me-launching buku, ” ujar Direktur Eksekutif Monash Institute Mokhamad Abdul Aziz, M.Sos., M.E. dalam sambutan Direktur Eksekutif Monash Institute sekaligus pelaunching buku dengan meledakkan balon sebagai simbol supaya buku karya teman-teman bisa meledak di pasaran.
Menurut Aziz, tradisi menulis di Monash Institute mesti terus dikembangkan. “Selanjutnya, tulisan artikel perlu diperbanyak. Mengkritisi kondisi sosial politik yang terjadi harus dilakukan, supaya Teman-Teman punya kepekaan dan empati yang tinggi terhadap negara ini. Apakah Indonesia sedang baik-baik saja atau tidak?” katanya.
Lebih dari itu, Aziz menyinggung soal kesempatan dan komitmen yang berhubungan dengan pemerintahan di Monash Institute.
“Kesempatan harus benar-benar dimanfaatkan. Kita sering mendengar, kesuksesan terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kemampuan. Nah, mumpung masih muda, masih ada kesempatan, manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Rakuslah, dengan cara meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Kamu diberi amanah, itu kesempatan. Buktikan kamu bisa!” pungkasnya. (MWM)

