Site icon Baladena.ID

MEROKOK DAPAT MERUSAK DNA

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 di seluruh dunia terdapat 19,9% perokok dengan usia 15 tahun ke atas. Berdasarkan data dari survei kesehatan nasional tahun 2016, prevalensi merokok secara nasional sebesar 28,5%. Prevalensi merokok berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki 59% dan perempuan 1,6%. Bahayanya perokok yang telah memulai kebiasaan merokok diawal masa remaja cenderung mengalami ketergantungan terhadap rokok (Rukmi.2019).

Negara Indonesia merokok menjadi salah satu kebiasaan buruk yang sangat sulit dihentikan. Angka jumlah perokok di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2020, prevalensi perokok di Indonesia sekitar 35,6% dari jumlah penduduk dewasa. Riset ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat perokok tertinggi di dunia. Selain itu, perokok aktif di Indonesia cukup besar sekitar 57 juta orang. 

Asam nukleat dan protein merupakan senyawa polimer utama yang terdapat pada sel. Asam nukleat berfungsi menyimpan dan mentransmisikan informasi genetik yang spesifik untuk setiap individu dan spesies tertentu yang akan diwariskan ke generasi berikutnya. Semua sel menggunakan sistem informasi yang terdapat dalam DNA di copy menjadi RNA dan kemudian dirubah menjadi protein oleh mesin molekul yang disebut ribosom.

DNA dapat mengalami kerusakan akibat paparan agen endogen maupun eksogen. Agen endogen dapat dihasilkan dari produk metabolisme sel yang toksik yaitu reactive oxygen species (ROS), sedangkan agen eksogen dapat berasal dari sinar ultraviolet, radiasi ion dan agen kimia. Sel akan merespon kerusakan yang disebabkan agen endogen atau eksougen ini dengan berbagai mekanisme. Respon sel dapat berupa inisiasi perbaikan DNA atau kematian sel, tergantung dari tingkat kerusakan DNA. Beberapa tipe kerusakan DNA diantaranya modifikasi basa, kesalahan pasangan nukleotida (mismatch), single strand break, double strand break dan crosslinks.

Kandungan kimia berbahaya pada rokok menyebabkan terjadinya mutasi gen berkali-kali. Kombinasi mutasi gen dan kerusakan DNA dapat menyebabkan ketidak stabilan genetik dan berakibat penyakit kanker. Efek negatif merokok yang paling sering dijumpai adalah kanker.

Kesuburan pria itu ditentukan oleh jumlah dan kualitas sperma yang dihasilkan. Sperma yang sehat dan normal dikatakan memiliki ukuran yang cukup besar, bentuk normal dan gerak yang aktif. Beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat kesuburan laki-laki di Indonesia cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Diketahui bahwa merokok merupakan kebiasaan yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan seorang laki-laki.

 

Kandungan nikotin dalam rokok terbukti mengakibatkan efek kecanduan pada para perokok. Nikotin memicu pelepasan neurotransmitter, salah satunya adalah dopamin yang memiliki efek menimbulkan rasa tenang dan bahagia bagi perokok. Nikotin yang memiliki efek meningkatkan kadar dopamin dalam otak, akan memicu perasaan gelisah dan stress bila kadar nikotin dalam otak menurun. Paparan nikotin yang berulang pada perokok akan meningkatkan kemampuan adaptasi otak terhadap nikotin. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada DNA. Paparan asap rokok menimbulkan mutasi gen berkali-kali. Selanjutnya kombinasi mutasi gen dan kerusakan DNA dapat menyebabkan ketidakstabilan genetik dan meningkatkan resiko kanker. Kerusakan oksidatif DNA dapat diidentifikasi dengan mengukur kadar 8- oksoguanosin yang merupakan biomarker kerusakan oksidatif. Beberapa penelitian telah mengungkapkan hubungan antara kadar 8-oksoguanosin dengan kerusakan oksidatif DNA. Pada perokok aktif maupun pasif, ditemukan adanya peningkatan kadar 8-oksoguanosin, terutama pada jaringan paru-paru dan leukosit peripheral. Konsep kenaikan 8-oksoguanosin dalam DNA memegang peranan penting dalam karsinogenesis dan pemicu sel tumor.

Kandungan kimia di dalamnya membuat penggunanya kecanduan dan bisa berdampak pada penurunan kualitas sperma. Kandungan bahan kimia dalam rokok seperti tar dan nikotin, berpotensi masuk ke dalam aliran darah. Bahan tersebut kemudian meracuni air mani dan menurunkan kualitas sperma pada pria. Zat kimia tersebut juga mempengaruhi perkembangan normal sperma dan mengurangi jumlah serta kualitas sperma.

Rokok juga dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh. Nikotin dalam rokok mempengaruhi produksi hormon luteinzing dan hormon folikel, stimulasi dalam tubuh yang berperan dalam produksi sperma. Gangguan ini menyebabkan penurunan jumlah sperma dan ketidak normalan bentuk dan fungsi sperma.

Studi berjudul Cigarette smoking significantly alters sperm DNA methylation patterns menyebutkan bahwa merokok dikaitkan dengan akumulasi kadmium dan timbal dalam plasma mani. Zat-zat kimia dalam rokok bisa merusak DNA dalam sperma. Nah, karena kerusakan DNA sperma dapat mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur dengan benar. Bahkan, bisa menyebabkan kelainan genetik pada keturunan yang dihasilkan. Selain itu, akan terjadi abnormalitas struktural kromatin sperma dan kerusakan DNA sperma, serta penurunan potensi reproduksi.

Selain itu, merokok juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang lemah dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sperma, menghambat pergerakan sperma atau mengganggu fungsi sperma secara keseluruhan.

Namun, menghentikan kebiasaan merokok bisa memperbaiki kualitas sperma dan meningkatkan kesempatan untuk kehamilan.

Exit mobile version