Site icon Baladena.ID

MENTERI PERDAGANGAN RI DIDAULAT LAUNCHING SEKBER IPM, IPNU, DAN PII PLANET NUFO

Tak berlebihan jika Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO, Mlagen, Rembang menggaungkan jargon different and the best. Lembaga pendidikan yang didirikan ilmuwan dan aktivis Dr. Mohammad Nasih, M.Si. ini memang selalu menghasilkan “langkah-langkah kuda”. Bukan hanya dalam visi, tetapi juga aksi yang membuatnya makin kentara. Ini yang membuat pesantren ini sangat berbeda dari lainnya. Sekolah di dalamnya, juga sudah menerapkan paradigma belajar merdeka, sebalum ada program “merdeka belajar” yang dicanangkan oleh Menteri Nadiem.

Kali ini, Planet NUFO yang baru memasuki usia empat tahun sudah menyediakan sekretariat bersama untuk organisasi pelajar yang ada di dalamnya, yaitu: IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), IPNU (Ikatan Pelajar NU), IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU), PII (Pelajar Islam Indonesia) dan HPI (Himpunan Pelajar Islam). Dan tak tanggung-tanggung, Menteri Perdagangan Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. didaulat untuk melakukan launching pada Rabu malam 28/9/2022 di distrik Lavoky Planet NUFO yang terletak di sebelah timur Desa Mlagen itu.

Abah Nasih dalam sambutannya menyampaikan latar belakang pembuatan Sekber untuk empat organisasi ekstra siswa yang ada di Planet NUFO.

“Fanatisme antar ormas jangan sampai terus berlanjut. Ini bisa menyebabkan efek kontraproduktif. Di sini, kami mendisain kegiatan-kegiatan yang bisa membuat para santri-murid terbiasa dengan perbedaan dan perbedaan itu jangan sampai menjadi penghalang kerjasama. Kami menginginkan semuanya bersinergi. Fanatisme itu penyakit jahiliyah yang harus kita hilangkan. Kita ganti dengan saling asah agar semuanya menjadi tajam, asuh agar semuanya saling dekat dan bisa bersinergi,” terang guru utama di Rumah Perkaderan dan Tahfidh al-Qur’an Monasmuda Institute Semarang yang juga dosen ilmu politik di Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ itu.

Didampingi oleh pendiri Planet NUFO dan Ketua Umum KB PII Nasrullah Larada, menteri yang baru diangkat beberapa bulan lalu ini menggunting pita di teras salah satu rumah kepang di Planet NUFO yang akan dijadikan sebagai sekber.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya launching Rumah Moderasi Keummatan untuk Sekber IPM, IPNU-IPPNU, PII, dan HPI. Semoga berkah,” katanya sambil memotong pita di hadapannya.

Dalam pidatonya, Menteri Zul menegaskan kepada ratusan santri di hadapannya dengan mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad saw. bahwa kaum muslimin ibarat satu tubuh. Jika yang satu sakit, yang lain merasakan yang sama. Karena itu, perlu dijalin kerja sama dan bahkan sinergi yang lebih kuat dan produktif.

“Jangan melakukan konflik yang tidak produktif hanya soal qunut dan tidak qunut, atau jumlah raka’at shalat tarawih. Kita bisa ketinggalan makin jauh. Kalau mau tengkar, ya tengkar pikiran. Agar menghasilkan sesuatu yang menghasilkan rahmat bagi alam semesta,” tegasnya.

Ketua Umum PAN itu juga memotivasi santri-murid Planet NUFO agar belajar keras untuk menjadi pribadi muslim yang utuh dengan pemahaman al-Qur’an yang mendalam dan menguasai sains dan teknologi.

“Dari Planet NUFO harus lahir ulama’ dalam arti yang sesungguhnya. Hafal al-Qur’an lalu jadi dokter spesialis jantung, anak, penyakit dalam, dll. Hafal al-Qur’an lalu jadi insinyur. Hafal al-Qur’an lalu jadi ahli IT. Hafal al-Qur’an dan jadi penguasaha tangguh. Inilah generasi yang akan memberi manfaat terbesar bagi umat dan bangsa Indonesia. Generasi yang beginilah yang dulu pernah membuat Islam Berjaya selama ratusan tahun,” tegasnya lagi.

Menteri Zul juga memberikan contoh lampu di atasnya yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison yang menerangi banyak orang di berbagai belahan dunia. Para santri murid diharapkan juga bisa menghasilkan temuan-temuan yang lebih besar dibandingkan itu, tentunya dengan dasar tauhid.

Dalam akhir sambutannya, mantan Menteri Kehutanan era SBY itu mengingatkan bahwa Nabi Muhammad dan istrinya, Khadijah, adalah pedagang yang tidak hanya kaya, tapi kaya raya. Dari hasil berdagang itu, Nabi Muhammad membiayai dakwah Islam, sampai kemudian sukses. Bahkan kemudian Nabi Muhammad sukses menjadi pemimpin/presiden di Madinah. Hasil perjuangan dakwah itulah yang kini kita nikmati sebagai dakwah yang mencerahkan kita semua.

“Sekali lagi, dari sini, saya berharap lahir juga menteri, wakil presiden dan wakil presiden,”pungkasnya yang langsung disambut dengan ucapan “aamiin” oleh hadirin yang ada di depannya. (AH)

 

Exit mobile version