Site icon Baladena.ID

Mental Adaptif di Era Digitalisasi

Perkembangan teknologi berjalan dengan sangat cepat. Berbagai kebutuhan dapat dipenuhi dengan lebih efisien dan kondusif. Mengirim berkas atau dokumen kini bisa melalui surat elektronik atau sebatas pesan melalui aplikasi whatsapp.

Generasi muda harus memahami berbagai teknologi yang ada. Dari jenjang sekolah dasar bahkan pra wajib belajar seperti Taman Kanak-Kanak juga harus memahami perkembangan zaman terutama dalam metode pembelajaran.

Keadaan yang efisien atas setiap kebutuhan adalah hal yang utama. Berbagai perubahan teknologi dilakukan dan sebagai langkah inovasi umat  manusia untuk bisa mencapai kehidupan yang nyaman. Dengan asumsi bahwa nantinya manusia bisa berperan dalam bidang lain karena hal-hal teknis bisa diinovasikan dengan teknologi.

Perkembangan teknologi menjelma menjadi pisau bermata dua. Banyak keuntungan yang didapat dengan adanya perkembangan teknologi dan akan semakin banyak seiring bergantinya zaman. Berbagai pekerjaan teknis kini dapat digantikan oleh mesin. Seperti mesin untuk mengaduk adonan semen, menyiram tanaman, bahkan hingga ingin memesan makanan pun bisa hanya dengan duduk di rumah lalu membuka aplikasi melalui sebuah perangkat canggih.

Kemajuan teknologi juga memberi potensi terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Akan ada lebih banyak lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi seiring meningkatnya dan bergantinya kebutuhan masyarakat. Lapangan pekerjaan yang timbul pun bervariasi, ada yang dari pekerjaan konvensional lalu dimodifikasi atau pun lapangan pekerjaan yang baru terdengar di telinga masyarakat.

Ojek merupakan salah satu lapangan pekerjaan konvensional dan telah mengalami dampak posiif dari perkembangan teknologi. Ojek kini tidak hanya sebatas mengantarkan penumpang saja. Ada banyak jasa yang ditawarkan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti jasa antar makanan, barang, bahkan pijat refleksi. Dengan demikian akan timbul banyak peluang pekerjaan yang bisa dimanfaatkan oleh banyak masyarakat untuk bertahan di era digital seperti ini.

Kemajuan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif, melainkan juga ada dampak negatif. Setiap kejahatan bukan hanya timbul dari niat sang pelaku, namun juga karena ada kesempatan. Banyak masyarakat yang belum siap dengan perubahan teknologi yang ada. Hal tersebut dapat terjadi karena belum meratamua pengetahuan masyarakat dengan kemajuan teknologi.

Generasi masa kini mungkin bisa dengan mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi karena sudah mengenal teknologi sejak kecil, contohnya penggunaan smartphone atau gawai. Mereka mendapatkan akses untuk belajar dan terus berkembang dari orang tua. Pikiran orang tua hanya ingin membuat buah hati mereka bahagia entah bagaimana pun caranya. Namun, para orang tua pun belum siap dengan perkembangan teknologi ini.

Banyak orang tua yang tidak bisa mengoperasikan smartphone padahal mereka tidak buta huruf. Sehingga mereka memilih untuk hdup dengan cara yang konvensional atau tradisional. Hal yang sama juga dapat terjadi pada generasi masa kini yang katanya paling ngerti teknologi tapi minim literasi dengan sedikit beda versi.

Pembayaran di masa depan akan lebih simpel dan efisien, bahkan semuanya akan serba digital. Uang kertas hanyalah sebuah sihir yang dimainkan oleh Amerika sebagai pemegang kurs tertinggi pada mata uang yang mereka miliki yaitu dolar. Apakah kita akan siap jika nantinya segala pembayaran dilakukan dengan online melalui Ethereum?

Perjalanan dari suatu tempat ke tenpat lain akan lebih singkat dan cepat. Berbagai inovasi komersil seperti pesawat, kereta cepat, mobil, motor baik yang berbahan listrik maupun fosil sudah dapat dirasakan manfaatnya. Kita dapat menggunakan berbagai fasilitas tersebut bahkan mengendarainya apabila memiliki surat izin mengemudi. Lalu apakah kita sudah siap mengendarai mobil terbang?

Kemajuan teknologi seharusnya merangkap pada Undang-Undang dan penegak Undang-Undang. Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence akan mengekspansi berbagai aspek kehidupan kita. Sebuah teknologi pun pasti ada cacat yang dapat menimbulkan sebuah masalah. Sebagai contoh apabila sebuah mobil pintar tanpa pengemudi terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil lain tanpa pengemudi karena menggunakan Artificial Intelligence, siapa yang akan disalahkan? Programmernya, pengemudinya atau pembuat mesinnya sedangkan yang mengadili adalah hakim yang biasanya mengadili manusia. Maka perlu adanya Undang-Undang yang mengatur tentang mesin.

Perubahan teknologi memang menyimpan berbagai manfaat dan menimbulkan berbagai spekulasi tak sedap bagi sebagian masyarakat. Kedewasaan berpikir dan enggan menolak perubahan adalah sikap yang harus dimiliki generasi penerus bangsa di tengah era digitalisasi. Perbaikan serta peningkatan kualitas adalah sikap mutlak yang harus dimiliki mahasiswa dan masyarakat pada umumnya untuk bisa bertahan di era digitalisasi.

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. (HRMuslim no.2664).

Oleh:

Mahasiswa Agribisnis Universitas Diponegoro Semarang
Exit mobile version