Site icon Baladena.ID

Menggagas Akselerasi Transformasi Digital

Transformasi digital hadir untuk memudahkan segala persoalan yang terjadi di masyarakat. Perubahan digital ini sangat diperlukan lantaran sebagai ajang untuk melangkah kepada cipta kehidupan yang lebih baik. Bisa dikatakan bahwa tranformasi digital adalah wujud penyesuaian kebutuhan manusia. Semakin banyak usaha yang dilakukan untuk mempercepat transformasi digital, maka peluang suatu negara untuk menjadi negara maju yang absolut akan semakin besar pula.

Sehubungan dengan perkembangan zaman yang mengarah pada modernisasi, dibutuhkan perombakan tatanan pada pelbagai bidang kehidupan. Perombakan itu dapat dimulai dari sektor teknologi, yaitu transformasi digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kini mulai serius mendorong perubahan digital berskala nasional agar dapat mengakselerasi kemajuan bangsa Indonesia. Gagasan Kemkominfo ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Mereka mendukung sepenuhnya gagasan dari pemerintah dengan berupaya menjalankan kebijakan yang pemerintah keluarkan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan tentang lima gagasan yang menjadi program prioritas pemerintah guna mempercepat tranformasi digital. Program tersebut adalah Penyediaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pengelolaan Spektrum Frekuensi, Pemanfaatan TIK, Penataan Pengelolaan Pos dan Informatika, serta Komunikasi Publik.

Pada tahun 2020, proses akselerasi ini mendapat anggaran negara yang lebih dari pemerintah, selain karena memperhitungkan masa depan bangsa, juga sebagai akibat pandemi yang hampir memporak-porandakan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pandemi yang ditengarai berasal dari Negeri Tirai Bambu ini mendorong masyarakat untuk mengubah pola hidup menjadi lebih aktif dan produktif memanfaatkan teknologi yang tersedia. Secara tidak sengaja masyarakat juga dituntut belajar lebih mengenal teknologi.

Dari sana pula mindset masyarakat mulai mengalami peralihan. Masyarakat dibuat berpikir bagaimana cara menggabungkan teknologi digital dengan aktivitas praktis yang dilakukan masyarakat setiap harinya. Sebab, mereka melihat peluang besar tentang kesuksesan yang akan didapat apabila mau bergerak menemukan ide-ide baru dalam bidang teknologi. Alhasil, tantangan untuk melakukan akselerasi dalam bidang yang lebih spesifik yaitu transformasi digital digalakkan.

Jalannya akselerasi transformasi digital memang dipermudah dengan hadirnya pandemi, tetapi tidak menutup kemungkinan masih diperlukan langkah-langkah lain agar proses akselerasi itu tepat sasaran dan berlangsung sesuai dengan rencana dasar. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi via seluler menjadi langkah konkret yang sangat dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Diperkirakan dari 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia, 70.670 di antaranya sudah terjangkau layanan 4G. Namun, masih ada banyak desa-desa tertinggal di Indonesia yang masih belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Alasannya beraneka ragam, mulai dari jarak yang terlalu jauh, hingga medan yang sulit untuk ditempuh. Padahal, pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini sangat penting untuk membangun pondasi digital nasional. Hal ini menjadi PR besar bagi pemerintah untuk segera menyelesaikannya agar tidak menghambat proses akselerasi transformasi digital.

Adapula langkah lain guna mempercepat transformasi digital adalah memperbaiki kualitas SDM yang ada di Indonesia. Dengan sumber daya manusia yang mumpuni, diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru yang fresh, inovatif dan kreatif, sehingga dapat lebih leluasa mengembangkan teknologi digital dan tidak perlu bergantung pada teknisi-teknisi luar. Selain itu, sumber daya manusia yang kian terasah membuat tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat lantaran menurunkan tingkat potensi ketidakmandirian masyarakat di Indonesia.
Ada tiga tahap untuk mencapai transformasi digital yang benar-benar efisien. Pertama, digitalisasi ditandai dengan konversi konten ke format digital dalam jaringan. Pada tahap ini, semua informasi harus sudah berubah ke dalam bentuk digital, bukan lagi dalam bentuk informasi konvensional. Kedua, digitalisasi ditandai dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi dalam roda perbisnisan. Ketiga, transformasi digital ditandai dengan pemanfaatan informasi digital dalam segala aktivitas keseharian masyarakat, sehingga tercipta perubahan-perubahan pola hidup masyarakat karena aktivitas ini bukan lagi dijadikan kesempatan melainkan sebuah keharusan.
Negara Indonesia bisa menjalankan lima program prioritas akselerasi tranformasi digital secara lancar dengan memastikan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berdaulat. Kemkominfo juga senantiasa mendorong penguatan kerja sama internasional, terutama di bidang ekonomi digital dan arus data lintas negara, agar pencanangan Indonesia sebagai The Digital Hub of Southeast Asia dapat tercapai. Sebab, hubungan diplomatik antara negara Indonesia dengan negara lain sangat berpengaruh pada laju perkembangan transformasi digital.

Lebih lanjut, terjalinnya hubungan yang baik antara Indonesia dengan berbagai negara berimplikasi pada meluasnya jangkauan pasar ekonomi digital multinasional sebagai salah satu titik tekan dari gagasan akselerasi transformasi digital. Indonesia juga dapat mempromosikan karya-karya anak bangsa sekaligus potensi-potensi yang ada di dalamnya, sehingga secara tidak langsung dapat melambungkan citra baik Indonesia di mata dunia. Wallahu a’lam bi al-shawaab.

Exit mobile version