Oleh : Rina Maria, Guru SDN Jambu Hulu, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan
Laksana seorang bayi dengan seribu kesucian dan masih polos, murid-murid pun demikian adanya. Mereka bagai kanvas putih dihadapan seorang pelukis yang siap mewarnai lembar demi lembar kertas lukisannya. Pelukis mempunyai banyak kesempatan untuk menciptakan hasil karya lukisannya diatas kanvas putih yang masih polos itu. Dari perspektif ini, guru diibaratkan sebagai seorang pelukis dan murid-muridnya sebagai lembaran kanvas putih. Sedangkan bahan lainnya seperti cat warna warni, kuas dan elemen lukis lainnya adalah kumpulan mata pelajaran.
Menjadi seorang murid apabila seseorang tersebut sudah memasuki suatu jenjang pendidikan tertentu. Disaat menjadi seorang murid maka dia akan memasrahkan dirinya kepada sang pelukis untuk dibentuk dan diberi warna oleh gurunya. Dia siap menerima apapun yang diberikan oleh gurunya, tinggal polesan gurunya bagaimana mengambil kesempatan emas ini untuk menggali, memunculkan dan membentuk karakter murid tersebut.
Menjadikan karakter seorang murid menjadi baik tidaklah mudah. Menjadikan manusia sempurna yaitu manusia yang cerdas bukan hanya otaknya saja tetapi cerdas juga emosi dan spiritualnya. Yang lebih penting lagi menjadikan murid berakhlak mulia dengan penuh sopan santun. Guru merupakan sosok yang mewakili orang tua sebagai seorang pendidik yang mempunyai tanggung jawab besar. Guru berusaha menjadikan anak-anak didiknya sesuai dengan karakter asli anak-anak tersebut.
Hidup seorang anak ditentukan oleh model pendidikan yang setiap hari diberikan orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua tidak bisa sembarangan memberikan pendidikan kepada anak. Begitupun dengan murid, dia bagaikan seoarang bayi bagi guru. Guru dalah orang tua bagi murid di sekolah. Dimana warna warni merah biru masa depan seoarang murid sesungguhnya sedikt banyak pasti ada andil dari guru-guru disana.
Seorang guru profesional akan memperlakukan murid-muridnya dengan upaya maksimal yang bisa dia berikan. Guru akan berusaha memberikan layanan terbaik untuk murid-muridnya. Karena seoarang guru menyadari dengan amanah dan tanggung jawab yanag besar yang dia pikul dipundaknya. Sabar dan ikhlas selalu diberikan, kata santun dan ramah tamah selalu dia ucapkan. Semua itu dilakukan demi membina dan membentuk serta mencetak manusia-manusia unggul bagi bangsa dan negaranya.
Daya dan upaya selalu dikerahkan karena dia sadar jika dia gagal akan berimbas bagi kelangsungan hidup bangsa dan negaranya. Kegagalan seorang guru akan berakibat fatal, karena akan berkaitan dengan runtuhnya moralitas generasi bangsa.
Guru adalah sosok pilar penopang paling utama dari sebuah negara dan bangsa. Guru adalah garda terdepan untuk menghadang dampak buruk dari arus besar globalisasi. Guru harus menjadikan lembaga pendidikan sebagai benteng pertahanan. Cara yang dilakukan guru adalah mendidik murid-murid dan menjadikan mereka siap dan tidak terpengaruh dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan dan menggoda. Dimana pada akhirnya apabila tergiur dan tergoda akan merusak moral dan masa depan sampai pada tingkat meruntuhkan tatanan sosial.
Mengingat begitu strategisnya peran seorang guru dalam proses pengajaran dan pendidikan, maka guru harus selalu menambah pengetahuan dan wawasan agar tidak tertinggal oleh pengetahuan dan wawasan murid-muridnya. Terutama dalam hal pengetahuan penguasaan teknologi informasi. Sekarang, banyak murid-murid berada di depan meninggalkan jauh para guru mereka, khususnya sekarang peguasaan internet. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang teknologi informasi sangat perlu bagi guru agar mereka tidak terlihat dan terkesan ketinggalan zaman. Maka, belajar dan belajarlah, belajar sambil bekerja, belajar sambil mendidik dan terus belajar demi mengajar untuk terciptanya generasi penerus bangsa dan negara.

