Di masa pandemi covid-19 ini yang belum juga selesai, dalam rangka meminimalisir penyebaran virus Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan physical distancing dan meminta seluruh masyarakat agar menjalankan aktivitasnya di rumah. Hal ini tentu saja untuk mencegah penularan covid-19. Selain itu, pemerintah juga menghimbau kepada semua masyarakat untuk memakai masker jika terpaksa harus keluar rumah. Selain memakai masker masyarakat juga dapat memakai face shield sebagai cara untuk mencegah penularan covid-19.
Face shield merupakan alat pelindung diri berbentuk penutup wajah seperti perisai yang terbuat dari plastik transparan yang berguna untuk menutupi wajah.[1] Face shield ini biasanya digunakan oleh seseorang yang bekerja di laboratorium atau tenaga kesehatan, tetapi di tengah merebaknya virus corona saat ini, alat ini disarankan untuk orang-orang yang kerap melakukan interaksi dengan masyarakat luas.
Face shield merupakan APD yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan yang seringkali berhadapan langsung dengan pasien covid-19. Jadi, tenaga kesehatan ini diwajibkan untuk menggunakan APD lengkap ketika sedang bertugas. Nah, hal ini termasuk memakai masker dan face shield.
Masyarakat umum yang tidakkontak langsung dengan pasien covid-19 ini boleh memakai face shield atau tidak memakai. Karena resiko terpapar virus lebih kecil dari tenaga kesehatan.
Fungi face shield ini untuk memberikan perlindungan bagi pemakainya dari paparan jarak dekat terhadap partikel virus yang dipancarkan melalui batuk atau bersin. Selain itu face shield secara signifikan dapat mengurangi paparan inhalasi ke virus influenza atau penyakit pernapasan lainnya.
Adapun fungi lainnya dari Face Shield yaitu sebagai berikut:
- Penghalang droplet.
Bisa dikatakan berfungsi untuk mengurangi droplet ini karena jika ada seseorang yang bersin atau batuk face shield ini dapat melindunginya. Droplet sendiri yaitu cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan oleh seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, dan berbicara.
- Lebih nyaman dari masker.
Face shield ini dianggap lebih nyaman dari masker dikarenakan bentuk atau model yang dirancang secara khusus untuk seseorang agar tidak menyentuh wajah secara terus-menerus, selain itu dengan menggunakan alat ini seseorang menjadi lebih bebas saat bernafas. Face shield juga mudah dibersihkan dengan sabun, air desinfektan, atau tisu basah.[2] Meskipun demikian, masyarakat harus tetap memakai masker.
Manfaat Face Shield yaitu sebagai berita:
- Melindungi pemakainya hingga 96%
Berdasarkan uji simulasi batuk di tahun 2014 yang dilakukan menggunakan face shield yang saat itu Ffce shield dipakai dalam jarak setengah meter di dekat orang yang sedang batuk. Dari hasil simulasi ini bahwa face shield dianggap dapat melindungi pemakainya hingga 96%. Mengacu pada penelitian tersebut pemakaian face shield di masa pandemi ini efektif digunakan untuk mencegah penularan covid-19.
- Lebih praktis
Face shield dianggap lebih praktis dari penggunaan masker dikarenakan penggunaan alat ini dianggap lebih minim celah dalam kesalahan pemakainya dan penggunaan alat ini pemakainya lebih bebas untuk bernafas. Selain itu, proses sterilisasi perisai wajah juga jauh lebih mudah ketimbang masker. Perisai wajah dapat dibersihkan setiap waktu dan dimanaa saja.
- Komunikasi lebih lancar dan tidak perlu berdekatan
Dengan menggunakan alat ini dirasa lebih aman karena dapat menunjang jarak aman sehingga resiko terpaparnya virus lebih sedikit.[3]
Kelebihan dan Kekurangan Face Shield
Face shield dianggap dapat melindungi area wajah dan mata dari virus. Tetapi saat menggunakan face shield ini dianggap virus masih bisa masuk melalui bagian bawah dan samping pada face shield, selain itu masih belum ada studi khusus yang dapat membuktikan bahan pemakaian alat ini dapat secara maksimal melindungi seseorang dari paparan virus corona. Untuk menanggulangi Kekurangan pada face shield ini pemakainya disarankan tetap menggunakan masker sesuai anjuran dari pemerintah sebagai batuk pencegahan penularan virus corona atau covid-19.
Efektif Menggunakan Masker atau Face Shield???
Menurut dokter spesialis penanganan Infeksi di St. Joseph Hospital di Amerika Serikat, bahwa seseorang disarankan untuk menggunakan masker ketika akan beraktivitas di luar ruangan, karena pemakaian masker dirasa lebih efektif mencegah resiko penularan virus corona. Terutama bagi orang yang terpapar virus corona atau covid-19 tetapi tidak mengalami gejalanya.[4]
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa face shield hanya sebagai perlindungan ekstra bagi seseorang yang sudah menggunakan masker. APD face shield ini juga tidak boleh digunakan sebagai pengganti masker sebab tidak dapat mencegah terpaparnya virus secara maksimal.
Perlu diingat mari kita patuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, yaitu rajin mencuci tangan, selalu memakai masker, menganjaga kebersihan lingkungan, jaga jarak dan jauh kerumuman. Jika semua anjuran pemerintah dilakukan secara disiplin, dapat dipastikan jika angka penularan covid-19 di Indonesia dapat berkurang.
Referensi
[1] Yuli Kusumo Wibowo, Faris Al Mustaqim, Kesehatan dan Keselamatan Kerja Zerozicks Mekatronika, Pendidikan Teknik Mekatronika, 2020, hlm. 95
[2] Ayunda Septiani, Fungsi Face Shield, Pelengkap Masker untuk Cegah Corona, (Jakar: detikhealth, 2020)
[3] Irene Radius Saretta, Cegah Infeksi Virus Corona, Kegiatan Face Shield Menurut Dunia Medis, (Jakar, cermati.com, 2020)
[4] Irene Radius Saretta, Cegah Infeksi Virus Corona, Kegiatan Face Shield Menurut Dunia Medis, (Jakar, cermati.com, 2020).

