Di era digital ini, kita sering kali terjebak dalam FOMO (Fear of Missing Out) — ketakutan akan ketinggalan sesuatu yang penting yang dilakukan orang lain.
FOMO, yang diperburuk oleh media sosial, bisa menciptakan perasaan cemas, tidak cukup, atau bahkan rasa iri. Padahal, dampak jangka panjang dari perasaan ini bisa sangat merugikan bagi kesehatan mental kita.
FOMO sering kali muncul karena kita melihat orang lain yang tampak memiliki kehidupan yang lebih menyenankan atau sukses, baik dalam bentuk liburan, pencapaian karier, atau momen sosial yang menyenangkan.
Media sosial memperburuk persepsi ini, karena kita cenderung hanya melihat momen-momen terbaik dari kehidupan orang lain, yang pada kenyataannya hanya sebagian kecil dari keseluruhan cerita hidup mereka.
Namun, untuk memiliki kesehatan mental yang lebih baik, kita perlu belajar bagaimana mengatasi perasaan ini dan fokus pada kebahagiaan serta kedamaian batin kita sendiri. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengalihkan perhatian kita dari perbandingan sosial yang tidak sehat dan mulai lebih memperhatikan kualitas hubungan yang kita miliki, serta mengejar hal-hal yang benar-benar membuat kita bahagia.
Berlatih kesadaran (mindfulness) salah satu teknik yang sangat membantu dalam hal ini. Ketika kita melatih diri untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini tanpa merasa perlu membandingkan diri kita dengan orang lain, kita bisa mengurangi rasa cemas yang ditimbulkan oleh FOMO.
Kesadaran membantu kita untuk menerima kehidupan kita apa adanya, dan memberi ruang bagi perasaan syukur atas apa yang telah kita capai.
Menetapkan Batasan Di Media Sosial
Menetapkan batasan di medsos juga bisa menjadi langkah yang bijak. Kurangi waktu yang dihabiskan untuk scroll media sosial yang sering memicu perasaan FOMO.
Gantilah dengan kegiatan yang lebih produktif atau menyenangkan, seperti berolahraga, membaca, atau berkumpul dengan teman-teman terdekat. Ini akan membantu kita merasa lebih terhubung dengan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita, daripada terjebak dalam ilusi kehidupan orang lain.
Merayakan Pencapaian Kecil
Sering kali kita terlalu fokus pada tujuan besar dan lupa untuk menghargai perjalanan yang telah kita tempuh. Dengan memberi penghargaan pada diri sendiri, meskipun untuk hal-hal kecil, kita bisa lebih menghargai hidup kita sendiri tanpa perlu membandingkannya dengan orang lain.
Mengatasi FOMO memang bukan hal yang mudah, tetapi itu adalah langkah penting menuju kesehatan mental yang lebih baik.
Dengan mengalihkan fokus kita dari kehidupan orang lain ke kehidupan kita sendiri, kita bisa menciptakan ruang untuk kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan yang lebih stabil.
Ingatlah bahwa hidup ini bukan tentang mengikuti apa yang orang lain lakukan, melainkan tentang menikmati setiap langkah yang kita ambil, sesuai dengan keinginan dan nilai-nilai kita sendiri.
*Yanuar Ilham Pangestu, mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

