Site icon Baladena.ID

Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sekolah

Pancasila adalah dasar negara Indonesia.Kata Pancasila sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu ‘Panca’ yang berarti lima dan ‘sila’ yang berarti pedoman. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Di sekolah, biasanya para murid mengucapkan isi Pancasila bersama-sama saat upacara. Mereka memang mengucapkannya dengan suara lantang, tetapi, apakah nilai-nilai yang mereka utarakan sudah tumbuh dalam diri mereka?

Bunyi sila pertama, yaitu ‘ketuhanan yang maha esa’ berkaitan sengan agama. Dalam lingkup sekolah, ada contoh beberapa sikap yang berkaitan dengan sila pertama, salah satunya adalah menghormati guru atau teman yang berbeda dengan kita. Karena hidup di lingkungan yang bukan hanya satu agama, mestinya kita memiliki sikap toleransi. Makna toleransi sendiri berarti sikap saling menghargai perbedaan. Namun, ada banyak kasus di mana banyak murid yang tak berminat untuk berteman beda agama, padahal mereka sekolah di sekolah yang sama. Lalu, makna kata Bhinneka tunggal ika yang dipajang di dalam kelas mereka hanyalah sebuah gambar mati yang tak bermakna.

Makna bhinneka tunggal ika sendiri berarti berbeda tetapi satu. Bhinneka tunggal ika juga memiliki maksud bahwa Indonesia itu sangat beragam mulai dari agama, ras, suku, dan budaya. Seharusnya kita terbiasa dengan lingkungan beragam di sekitar, contohnya di lingkungan sekolah. Dalam lingkungan sekolah sendiri ada ada beberapa sikap yang harus kita tumbuhkan sebagai siswa yang memahami nilai-nilai Pancasila, yaitu,

>menghormati teman yang berbeda agama

>tidak bersikap rasisi terhadap teman yang berbeda agama

>bersikap toleran

>menghargai dan menghormati perbedaan

>menghargai kebiasaan teman yang berbeda agama

>berteman tanpa memandang perbedaan.

Beberapa cara di atas adalah sikap yang menunjukkan bahwa kita adalah murid yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Sila kedua adalah ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’ yang mengandung makna bahwa manusia yang beradab adalah manusia yang memiliki keadilan setara di mata tuhan. Kata ‘kemanusiaan’ dalam sila kedua berarti memiliki rasa empati dan kasih sayang sesama manusia, lalu kata ‘adil’ berarti kesamaan derajat manusia, sementara ‘beradab’ adalah makna kesopanan dan adab.

Dalam lingkungan sekolah sendiri ada beberapa nilai-nilai yang wajib diterapkan, salah satunya adalah membantu teman yang sedang kesulitan dan tidak mengolok-oloknya. Tetapi, yang terjadi saat ini adalah maraknya kasus perundungan. Kompas.com membahas betapa maraknya kasus bullyng pada tahun 2022. Banyak sekali unggahan video tentang korban yang mengalami kekerasan secara verbal dan fisik.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga merilis data anak-anak yang dirundung terdapat lebih dari 226 korban. Korban yang membuli tentu tidak memiliki rasa ingin berkuasa di sekolah. Mereka tidak mengamalkan sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Rasa ingin menguasai si pembuli telah mendarah daging sehingga lupa dengan kata adil. Orang yang paham dengan sila kedua tentu paham dan tidak akan melakukan perbuatan keji seperti membuli, karena sudah diperintahkan di sila kedua untuk memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia sendiri berarti memperlakukan sesama dengan baik, seperti menghargai dan menghormati.

Selanjutnya sila ketiga, yaitu ‘persatuan indonesia’. Maksud dari sila ketiga sendiri adalah bangsa Indonesia yang dituntut untuk mementingkan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi maupun antargolongan. Dalam sekolah sendiri, kita bisa menerapkan sila ketiga, yaitu menjaga pertemanan antarkelas ataupun antarangkatan, bisa juga dengan memprioritaskan kepentingan sekolah daripada kepentingan pribadi. Siswa yang memahami nilai-nilai sila ketiga harus menerapkan sifat-sifat ini saat di sekolah.

>Saling menyapa

Saling menyapa juga termasuk sifat yang menunjukkan sila ketiga karena menjaga pertemana.

Karena hidup dalam negara yang sama, negara yang terdiri dari beribu ragam, tidak sepatutnya kita membedakan teman.

Melaksanakan piket kelas masuk dalam sikap yang sesuai dengan sila ketiga karena memntingkan kepentingan kelas daripada kepentingan sendiri

 

Sejak dini, siswa memang harus mengetahui yang namanya persatuan, agar mereka dapat mewujudkan negara kesatuan. Maksud dari negara kesatuan sendiri adalah negara yang seluruh rakyatnya bersatu, tanpa melihat atau mempermasalahkan perbedaan, tapi perbedaanlah yang membuat bangsa berkembang menjadi lebih kuat dan saling menghargai.

Selanjutnya adalah sila keempat yang berbunyi’kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan’ Memiliki kata yang banyak tentu juga memiliki makna yang sangat banyak. Sila keempat yang ditandai dengan kepala banteng menyatakan kekuasaan dalam negara harus dilakukan oleh rakyat dengan bijaksana melalui musyawarah dan perwakilan. Makna yang terkandung dalam sila keempat juga sangat banyak dan pastinya harus dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia.

Maknanya adalah negara Indonesia bukanlah negara yang didirikan untuk satu golongan saja, melainkan untuk semua yang bertanah air Indonesia, negara Indonesia merupakan negara demokrasi yang mengakui dan menjunjung tinggi kedaulatan kedaulatan rakyat, negara Indonesia wajib menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah, bangsa Indonesia juga tidak mengenal adanya sistem diktator oleh kelompok atau pihak mayoritas dan tirani terhadap golongan minoritas.

Dalam sekolah, ada juga nilai-nilai yang bisa kita tunaikan sebagai murid. Kalau kamu adalah seorang anggota OSIS, tentunya harus ada sikap yang sesuai dengan sila keempat dalam dirimu. Ada beberapa sikap yang patut kita contoh

– Melaksanakan hasil musyawarah dengan tanggung jawab.

Dengan mengikuti musyawarah pilihan ketua kelasmu, dan menghargai keputusan yang diambil salah satu bentuk sikap meneladani Pancasila keempat di sekolah.

-Tidak menyalahkan pendapat orang lain.

Jika kamu adalah orang yang suka menyalahkan pendapat orang lain, maka hilangkan perbuatan tersebut, karena belum tentu pendapatmu tidak menguntungkan bagi mereka, atau bahkan membuat mereka terbebani atau merugikan. Perbuatan tersebut sangat berlawanan dengan sila keempat.

-Memberi kesempatan pada teman yang ingin memberi pendapat.

Tentunya dalam sebuah perkumpulan organisasi sekolah, tak luput dari yang namanya pendapat, entah itu akan dimakbulkan atau tidak. Sebagai teman seorganisasi yang paham dengan sila keempat kita wajib mempersilakaannya untuk memberi pendapat, barangkali pendapat yang ia sampaikan adalah yang kita butuhkan.

-Menghormati hasil musyawarah.

Walaupun kamu tidak sependapat dengan argumen rekan organisasimu, apalagi kalau argumen tersebut sudah disetujui oleh rekan, kamu harus menghargai yang namanya hasil musyawarah.

-Berdiskusi dengan teman.

Saat organisasimu mogok atau belum dapat hasil, alangkah baiknya kamu dan teman seorganisasimu melakukan diskusi.

Akhirnya tiba di sila terakhir, yaitu sila kelima. Sila kelima atau yang berbunyi ‘keadilan social bagi seluruh rakyat indonesia’ memiliki maksud yaitu ‘ memprioritaskan terkait keadilan dan bersikap baik kepada orang lain’. Sila kelima juga menegaskan untuk memahami hak dan kewajiban sesama manusia dan menentang kekerasan.

Sikap yang sesuai dengan sila kelima di sekolah antara lain.

-Selalu menghargai guru dan teman di sekolah.

-Tidak meledek siswa yang memiliki perbedaan status atau teman yang memiliki keterbatasan.

-Saling menghargai teman di sekolah.

-Saling bekerja sama saat melakukan tugas kelompok.

-Membantu teman yang mengalami kesulitan.

-Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang negatif yang mencoreng nama baik sekolah.

 

Oleh: Fatiha Shiwana Maulin

Peserta Ujian Praktik PPKn Kelas 9 SMP Alam Nurul Furqon Mlagen Pamotan Rembang

Exit mobile version