Site icon Baladena.ID

Mendarat Kembali di Planet Nufo, Sembilan Mahasiswa IPB Siap Bersinergi

Jum’at 15/7/2022; LPPM IPB University Bogor kembali mengirimkan mahasiswa dalam program mahasiswa mengabdi ke Pesantren-Sekolah Alam Nurul Furqon, Mlagen, Pamotan, Rembang atau yang dikenal dengan Planet NUFO. Menjelang maghrib, sembilan mahasiswa yang terdiri atas lima orang mahasiswi dan empat mahasiswa dari berbagai jurusan itu memasuki halaman pesantren yang didirikan oleh Dr. Mohammad Nasih, M.Si. itu. Para mahasiswa/i didampingi oleh Dr. Iwan Prihantoro, M.Si. dan beberapa dosen pembimbing yang akan memberikan panduan selama program berlangsung. Mereka disambut dengan sangat hangat oleh Pengasuh Harian Planet NUFO, Ustadz Suudut Tashdiq, L.L.M. dengan sangat hangat dan langsung diajak untuk berkeliling Planet NUFO untuk melihat perkembangan peternakan domba telah dikelola sesuai dengan rekomendasi yang telah disampaikan oleh tim LPPM IPB sebelumnya dan juga FKH Unair Surabaya. 

Setelah shalat maghrib upacara serah terima secara resmi dilaksanakan. Ketua OSIS SMP Planet NUFO, Agha A Ismanto, asal Depok, menyambut para seniornya itu dengan menyampaikan harapan untuk bisa bersinergi. “Planet NUFO ini terbuka untuk siapa saja, untuk memberi dan menerima. Niat Abang-nbang dan Mbak-mbak dari Bogor saya yakin karena ingin mengabdi dan membantu kami mengembangkan amal usaha kami di sini. Tapi jangan khawatir, kami memiliki sesuatu yang juga akan kami berikan untuk kakak-kakak semua yang saya yakin tidak bisa ditemukan di tempat lain. Di IPB kan tidak diajari tashrif. Di sini, kakak-kakak akan bisa menguasainya dengan singkat. Karena kami sudah diajari dan siap berbagi”, kata putera mantan Ketua Umum PII Jateng era 90-an itu dalam sambutan yang disampaikan dengan gaya khasnya yang penuh percaya diri.

Sedangkan Dr. Iwan Prihantoro, dalam sambutannya menyantakan kerinduannya kepada Planet NUFO. “Rasanya saya sudah lama sekali tidak ke sini. Dan saya sangat bahagia bisa kembali lagi ke pesantren dan sekolah yang unik ini. Saya sangat terkesan dengan jargonnya yang kuat dan menggerakkan ‘cerdas, kaya, berkuasa’”, katanya.

Mengakhiri rangkaian sambutan, Ustadz Dr. Mohammad Nasih menyampaikan di antaranya visinya untuk melakukan reintegrasi sains dan teknologi ke dalam Islam. Sebab, umat Islam yang mestinya unggul dalam sains dan teknologi, saat ini harus diakui sangat tertinggal. Itu karena ada pandangan bahwa sains dan teknologi bukan bagian dari Islam. Bahkan, pandangan yang menyatakan bahwa sanis dan teknologi adalah bagian Islam yang muncul akhir-akhir ini diungkapan dengan istilah yang tidak tepat, yaitu integrasi sains-teknologi dan Islam. “Mestinya yang tepat adalah reintegrasi sains dan teknologi ke dalam Islam. Sebab, aslinya sains dan teknologi adalah bagian integral dalam Islam. Tapi kemudian dikeluarkan. Nah, saya ingin mengembalikannya. Maka saya mengajak siapa pun yang memiliki kompetensi di bidang sains dan teknologi untuk bersinergi di sini, untuk mewujudkan visi reintegrasi ini”, kata pengajar Ilmu Politik FISIP UMJ yang akrab disapa oleh para santrinya dengan Abana itu dengan penuh semangat.

Adapun sembilan mahasiswa yang akan tinggal selama sebulan di Planet NUFO adalah sebagai berikut: Rifqi Mauludi (Prodi Teknologi Hasil Ternak), Muhammad Yusuf (Kedokteran Hewan), Septian Adi Nugraha (Prodi Manajemen Sumberdaya Lahan), Dadan Hidayatullah (Prodi Fisika), Valdya Hartati Lestari (Prodi Manajemen Sumberdaya Lahan), Ani Septiani (Prodi Manajemen Sumberdaya Lahan), Elvetta Nur Nazhirah (Prodi Teknologi Produksi Ternak), Fransisca Putri Amelia (Prodi Teknologi Hasil Ternak), Elia Rahmah (Prodi Teknologi Hasil Ternak). (AH)

Exit mobile version