Menjadi seorang perempuan bisa dibilang susah susah gampang. Dengan dalih perempuan harus memiliki kesiapan yang matang sebelum menjadi seorang ibu. Sebab nantinya perempuan lah sebagai parenting anak yang mendominasi. Tapi yang menjadi masalah utamanya ialah, banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa dirinya lah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, atau mungkin cukup mendengar namun tidak tahu langkah apa yang harus dilakukan. Sebab belum memiliki pengetahuan yang cukup.
Yang paling miris lagi ketika ada perempuan yang memutuskan untuk menikah sebelum tepat pada usia pernikahannya. Sebenarnya hal itu tidak disalahkan, akan tetapi banyak yang kurang memiliki bekal untuk menghadapi dunia keluarga. Terlebih ketika sudah memiliki anak.
Menurut penelitian yang dilakukan di Thailand menunjukkan bahwa menjadi orang tua di usia remaja membutuhkan beberapa waktu untuk mendapatkan kepercayaan diri dalam beberapa kemampuan, seperti hal merawat bayi. Remaja yang menjadi orang tua memikirkan tujuan baru dalam hidup, seperti pekerjaan, pendidikan, dan mengasuh anak. Ibu remaja di Thailand menganggap kelahiran anak sebagai sebuah tanggungjawab bahwa seorang ibu harus merawat anak di samping bekerja dan bersekolah.
Pentingnya sebagai seorang perempuan untuk mempersiapkan pernikahan dan kemudian kelahiran bayi menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Di samping menikah dalam usia dini, sebagai perempuan harus memiliki bekal yang cukup dan harus mengetahui gizi apa saja yang harus dipenuhi.
Menjadi problema lagi, mengenai gizi yang harus dipersiapkan. Dan untuk memenuhi gizi tersebut harus memiliki uang yang cukup, guna untuk melengkapi kebutuhan. Sebab gizi yang berkualitas tidak didapat dengan harga yang murah. Dan maka dari iru harus dipersiapkan pula sejak dari dini.
Setelah mengetahui pemenuhan gizi yang baik terhadap anak, perempuan juga harus mengetahui bagaimana cara merawat anak sesuai dengan tumbuh kembang si anak. Mengingat realitanya bahwa menjadi seorang ibu, dia menganggap bahwa dirinya yang berkuasa atas anaknya. Sehingga anak tidak diberi kebebasan dalam mengembangkan dirinya.
Ketika anak masih bayi, dia memerlupan perlakuan dan penjagaan yang intensif. Dan di situlah ibu memiliki peran yang maksimal. Saya pikir tidak hanya ketika bayi pula, ketika masa kanak kanak pun ibu harus mengetahui tumbuh kembangnya, supaya tidak mengalami tumbuh kembang yang tidak optimal atau bisa dikatakan dengan stunting. Tidak hanya berhenti pada pemberian gizi yang cukup, melainkan orang tua terlebih ibu memiliki peran penting yang pada saat anak masuk pada usia kanak kanak ibulah yang menjadi roll model dan sebagai acuan anak bertindak. Kedekatan orang tua sangat dibutuhkan karena orang tua lah elemen pertama yang menentukan keperibadian anak. Secara mental pun, anak akan lebih merasakan kasih sayang dan perkembangan mentalnya akan baik jika diberi pengasuhan dan quality time yang cukup.
Banyak anak anak zaman sekarang yang merasakan kurangnya kasih sayang dari orang tuanya sehingga secara psikis mentalnya sedikit terganggu. Padahal jika dilihat anak itu memiliki kecerdasan intelektual yang cukup, akan tetapi terasa terganggu sebab psikisnya. Dari sini lah pentingnya pengawasan terhadap anak, menanamkan nilai nilai moral dan kasih sayang. Sebab pertumbuhan dan perkembangan anak ini berpengaruh pada generasi yang akan tumbuh nantinya, dan berpengaruh pada tingkat ke anak. Maka dari itu, sebagai perempuan yang nantinya akan menjadi seorang ibu, mulailah dari sekarang untuk mengetahui dan mempelajari ilmu ilmu tentang keluarga dan menjadi seorang ibu yang melahirkan anak yang berkualitas.

