Zaman sudah mulai berkembang, salah satunya dibidang ilmu teknologi. Fungsi teknologi bagi ilmu pengetahuan adalah untuk membangun peradaban. Merubah keadaan demi majunya kecerdasan dan kebudayaan. Seiring berjalannya waktu, dengan memahami perkembangan ilmu teknologi kita dapat merasakan kemajuan tersebut. Mengetahui positif dan negatif dari penggunaan aplikasi online sangatlah penting apalagi bagi pelajar yang sedang mengemban pendidikan. Demi membantunya proses pembelajaran, sudah seharusnya kita mengetahui dan memahami terkait berbagai macam aplikasi diskusi daring yang digunakan.
Covid-19, menyebabkan pemerintah mengeluarkan surat edaran untuk menganjurkan seluruh masyarakat bekerja dari rumah. Terkhusus pelajar dan mahasiswa, untuk melakukan proses pembelajaran dan perkuliahan secara daring. Dari pemerintah pusat sampai daerah, mahasiswa dibangku perkuliahan, bahkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak pun melakukan pembelajaran secara daring. Secara tidak langsung, hal ini memaksa kita untuk bisa memahami berbagai macam ilmu teknologi yang berkembang.
Aplikasi Zoom sekarang ini menjadi trending topik dan pusat perhatian pengguna daring di berbagai daerah, termasuk negara Indonesia. Aplikasi ini mendadak menjadi primadona dari berbagai kalangan, yang awalnya harus berdiam diri di rumah dan sulit untuk melakukan komunikasi secara langsung. Namun, dengan adanya aplikasi Zoom memudahkan semua orang untuk melakukan komunikasi dari jarak jauh sekali pun. Sebut saja rapat, kelas, dan pertemuan penting dapat dengan mudah dilakukan menggunakan aplikasi Zoom. Dengan menggunakan aplikasi ini berinteraksi secara langsung akan terasa mudah, seolah-olah semua orang saling bertatap muka satu sama lain.
Dengan menggunakan aplikasi ini sebagai proses diskusi daring membuat efek keseriusan bagi penggunanya. Sebut saja seseorang yang melakukan diskusi daring melalui whatssapp, google classroom, google meet, dan aplikasi lainnya yang tidak bertatap muka secara langsung akan lebih disepelekan. Karena merasa apa yang dilakukan tidak diketahui oleh orang lain. Bisa jadi pengguna akan melakukannya dengan bersantai-santai, rebahan, menggunakan baju tidur, belum mandi dan sebagainya. Dengan menggunakan aplikasi Zoom sebagai salah satu media pembelajaran daring akan membuat seseorang lebih peka terhadap dirinya. Pasti kita akan melakukan persiapan lebih awal, mandi terlebih dahulu serta menggunakan pakaian rapi dan sepantasnya. Karena berpikir bahwa kita akan melakukan diskusi secara tatap muka, dan pastinya keadaan kita akan dilihat oleh banyak orang.
Selain dari banyaknya kelebihan dari penggunaaan aplikasi Zoom, ternyata aplikasi ini juga memiliki kekurangan. Istilah ‘Zoombombing’ yang saat ini sedang marak terjadi dan ramai dibicarakan, akhir-akhir ini sering sekali terdengar di telinga kita. Serangan virus daring dari aplikasi Zoom yang sangat mengganggu dan meresahkan seluruh pengguna. Gangguan ini berupa penyusupan orang-orang yang tidak dikenal yang masuk secara tiba-tiba ketika diskusi sedang berlangsung. Ia melakukan penyerangan dengan cara mengirim konten-konten, gambar, video, dan suara yang aneh-aneh bahkan gambar atau video porno. Bayangkan saja, ditengah-tengah diskusi dalam forum daring muncul foto atau video yang tidak senonoh, pasti hal ini akan membuat orang lain merasa terganggu dengan hal tersebut.
Di musim pandemi sekarang ini, aplikasi Zoom semakin banyak peminatnya. Aplikasi ini sudah ada sejak 9 tahun yang lalu, namun penggunanya semakin meningkat sejak Maret 2020 tepatnya ketika coronavirus melanda. Pada awal rilis, aplikasi ini diklaim sudah dipakai 1 juta pengguna, hingga saat ini penggunanya pun sudah bertambah sehingga total unduhan Zoom di google play store sudah mencapai 50 juta dengan rata-rata penilaian 4.0. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi ini sangat penting dan dibutuhkan oleh banyak pengguna, terutama di saat pandemi sekarang ini.
Kebanyakan pengguna yang menggunakan aplikasi ini, sebelumnya tidak mengetahui bahaya yang akan terjadi. Kita belum menyadari bahwa aplikasi itu sangat mudah sekali untuk diganggu oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Rata-rata kita menggunakan aplikasi tersebut karena tuntutan dari guru, dosen atau pun pimpinan yang memaksa kita untuk menggunakan aplikasi ini sebagai proses pembelajaran daring. Wajar saja jika kita belum menemukan hal negatif tersebut, mungkin ini belum sempat terjadi kepada kita selama melakukan interaksi dengan orang lain.
Kasus ‘Zoombombing’ sendiri tidak hanya terjadi pada aplikasi Zoom, tetapi juga dapat terjadi pada aplikasi lain hanya saja nama serangannya yang berbeda. Kasus ini setara dengan pencurian data yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang berusaha masuk ke dalam ruang diskusi dengan menggunakan akun milik orang lain. Sekilas aplikasi Zoom tidak lagi menjadi kekhawatiran bagi penggunanya, karena Zoom sebagai pelaksanaan daring di percaya telah menghapus kode yang memungkinkan data pengguna bisa terkirim melalui Facebook.
Semakin banyaknya aplikasi yang dipakai, semakin banyak pula kegelisahan yang menimpa, meskipun dari aplikasi sendiri sudah memiliki tingkat keamanannya masing-masing. Tidak ada salahnya kita sebagai pengguna untuk tetap berhati-hati dalam menggunakannya. Kita tidak bisa selamanya menyalahkan teknologi, karena sesungguhnya teknologi ada karena manusia itu sendiri. Mungkin saja kita yang kurang teliti dalam menyimpan dan menyeting data ketika akan menggunakannya. Dari situlah kita bisa belajar untuk mengatur diri lalu mengklaim apakah hal itu membahayakan kita atau tidak.
Banyak sekali aplikasi yang mudah diretas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, hanya saja kita belum menyadarinya. Sebaiknya kita sendirilah yang harus memahami aplikasi yang kita gunakan. Sangat banyak sekali cara yang cyber gunakan untuk melakukan modus-modus cantik yang sudah direkayasa sedemikian rupa. Semua bermula dari kita sendiri para pengguna aplikasi tersebut, karena kita yang menggunakannya tanpa mengetahui dampak yang akan terjadi. Terkadang dalam penggunaan aplikasi tersebut kita hanya mengikuti teman atau tuntutan guru, dosen, atau pimpinan yang dengan sengaja melakukan itu untuk memudahkan dalam diskusi dan berkomunikasi.
Semakin berkembangnya zaman, sudah seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa berjuang untuk kemajuan ilmu. Salah satunya teknologi informasi yang menjadi ilmu wajib dan sangat penting demi kemajuan anak bangsa. Lalu apa sebenarnya yang akan kita ciptakan dengan hasil dari ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Apa kita akan tetap menjadi barang bekas yang menggunakan aplikasi dari hasil mereka, yang kemudian tidak akan merasa sulit bagi kita jika ingin merusaknya kembali.
Hilangkanlah masalah klasik yang pernah kita hadapi, yang beranggapan bahwa kita terlalu dikekang dengan kebijakan pemerintah. Sebenarnya paradigma seperti itu justru tidak menghasilkan kreativitas apapun untuk kita. Padahal sangat banyak karya-karya dari anak muda Indonesia sendiri, dan untuk mengatasinya pun sudah banyak caranya. Kita harus pintar dalam mengatur dan mengamankan data dalam penyetingan aplikasi yang kita gunakan. Semoga saja kita selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menggunakan aplikasi daring ini. Dan tidak mengganggu kita dalam memanfaatkan aplikasi daring dalam berbagai keperluan terutama di bidang pendidikan. Wallahu a’lam bi al-shawaab.

