Site icon Baladena.ID

Masyarakat Indonesia dan Kepercayaan Mistis Mitologis

Mistisme dalam Bahasa Inggris yaitu mysticism, sedangkan dalam Bahasa Yunani yaitu mysterion yang tersusun dari kata mystes yang artinya orang yang mencari rahasia kenyataan dan myein yang berarti menutup mata sendiri. Mistisme sendiri merupakan pemahaman yang memiliki ajaran mengenai hal-hal mistis (hal-hal yang berbau serba rahasia, gelap atau terselubung dalam kekelaman).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Mitologi adalah ilmu tentang bentuk sastra yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan. Mitos menurut Bascom (Danandjaja, 1986) Mite atau mitos adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh pemilik cerita. Maka dari itu sang pemilik cerita akan menceritakan ke banyak orang agar orang-orang sekitar mempercayai hal tersebut. Dan pemahaman tersebut akan dipercaya sampai generasi-generasi selanjutnya.

Salah satu diantara orang-orang yang mempercayai hal tersebut yaitu orang Indonesia. Hampir seluruh manusia Indonesia mempercayai hal-hal yang berbau mistis maupun takhayul.  Entah itu dalam hal kekayaan, hari yang baik dan hari yang buruk, pohon keramat, kuburan, gunung, danau, dan lain sebagainya yang mereka anggap sebagai sesuatu yang kramat atau yang memiliki kekuatan. Bahkan mereka sampai memberi sesajenan ataupun tumbal dengan anggapan agar penunggu yang ada di situ tidak marah dan akan selalu memberi rezeki. Bahkan mengenai gerak gerik hewan aja dianggap memiliki hal-hal mistis. Contohnya tokek yang berbunyi ganjil atau sampai lima kali itu tandanya ada pocong di tempat itu, ada juga ketika ada burung gagak yang terbang di atas rumah, maka bertanda akan ada salah satu keluarga di rumah tersebut yang akan meninggal, ada juga ketika seseorang yang kejatuhan cicak tandanya akan ada musibah yang akan menimpa, dan masih banyak lainnya.

Hal-hal seperti itulah yang membuat Negara Indonesia tak bisa menjadi Negara maju. Karena paham masyarakat Indonesia sangat kental dengan hal-hal mistis tanpa berpikiran untuk bekerja lebih giat lagi. Mereka beranggapan ketika ada seseorang yang memiliki harta kekayaan yang melipah, orang kaya itu menggunakan cara pesugihan bukan dengan cara bekerja keras. Kalau memamang cara pesugihan ini bisa membuat orang menjadi kaya raya, maka seharusnya yang menjadi orang terkaya di dunia adalah orang Indonesia bukan malah Elon Musk.

Pada dasarnya hal-hal mistis mitologis ini adalah kepercayaan turun-temurun dari orang-orang terdahulu yang kurang akan hal pengetahuan. Alhasil orang-orangpun membuat perspektif sendiri dan mengkaitkan dengan hal-hal yang ghaib. Pengajaran ini termasuk dalam lingkaran setan karena orang-orang yang mempercayai hal-hal mistis ini akan terus turun temurun pada generasi selanjutnya. Di Inonesia juga masih ada Agama Samawi yaitu Agama Islam Kejawen. Agama ini termasuk percampuran antara agama Islam dan budaya asli orang Jawa yang masih kental dengan hal-hal mistis. Mereka mempercayai adanya Allah SWT tetapi mereka juga mempercayai yang tak kasat mata yang berbau dengan hal-hal mistis. Salah satu contohnya yaitu mereka masih mempercayai adanya Nyi Lorong Kidul. Mereka percaya ketika ingin pergi ke pantai selatan dilarang menggunakan baju yang berwarna hijau, karena Nyi Lorong Kidul menyukai hal-hal yang berwarna hijau. Ketika ada seseorang yang pergi ke sana menggunakan baju hijau maka dipastikan orang itu akan terseret ombak dan akan menjadi budak Nyi Lorong Kidul.

Dan hal yang sedang ramai diperbincangan orang yaitu mengenai pawang hujan di Mandalika. Siapa yang tidak mengenal dengan Mbak Rara? Mb Rara ini mendapat panggilan untuk menjadi pawang hujan di Mandalika agar ketika permainan sedang berjalan suasana tetap terang dan tidak hujan. Padahal hal tersebut merupakan modifikasi cuaca yang terjaddi akibat kolaborasi antara TNI Angkatan Udara dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mereka menggunakan cara Operasi TMC menggunkan pesawat Cassa 212-200 dari skadron Udara 4 Lanud Abdulrahman Saleh Malang. Mereka juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memiliki peran melakukan pemantauan dan menganalisis data cuaca, serta pertumbuhan awan. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa Mba Rara hanya sebagai objek yang membuat kehebohan dan memunculkan kepercayaan mengenai hal-hal ghaib. Mba Rara juga sebagai alat kapitalis untuk menenarkan Indonesia sampai ke Negara sebrang. Ketika banyak orang yang penasaran dengan Mba Rara otomatis orang-orang berbondong-bondong pergi ke Mandalika dan membeli tiket. Alhasil kapitalispun mendapatkan keuntungan banyak dari hal tersebut. Maka dari iu di zaman yang sudah maju akan tekhnologi dan informasi sudah tidak ada akan hal-hal yang menyangkut dengan mistis mitologis. Maka dari itu kita harus pandai-pandai dalam menerima dan menyimpulkan berita yang benar.

 

Exit mobile version