Site icon Baladena.ID

Puasa dan Manfaatnya dalam Perspektif Kesehatan

Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga. Ibadah puasa adalah ibadah yang mengharuskan umat Islam untuk menahan diri dari segala yang membatalkan puasa seperti makan, minum, bersenggama dan lain sebagainya termasuk menahan diri untuk tidak berbicara kotor, berprasangka buruk, dan melakukan tindakan negatif lainnya.

Perintah untuk melaksanakan ibadah puasa ada di dalam al-Qur’an dan hadist. Dalil yang mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa tertera dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 185. Allah Swt berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. Q.S Al-Baqarah [2] : 185

Puasa merupakan kewajiban yang telah ada bahkan sejak sebelum Islam. Umat yang telah melaksanakan ibadah puasa terlebih dahulu merupakan umat Yahudi dan umat Nasrani yang merupakan perintah Allah Swt. Setelah itu, kemudian alquran menegaskan bahwa ibadah puasa diberlakukan bagi umat-umat sebelum Islam. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan ujian berupa ketakwaan. Hal demikian dikarenakan puasa adalah ibadah yang hanya diketahui oleh Allah dan pelakunya.
Allah Swt berfirman dalam surat al-baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, Q.S Al-Baqarah [2] : 183

Tata cara ibadah puasa umat terdahulu yakni berpuasa selama sehari semalam. Puasa dilakukan hamper 24 jam penuh. Teknis puasa demikian merupakan ibadah yang sulit dan tidak ringan. Namun, ibadah puasa umat terdahulu ini tidaklah mutlak berpuasa. Bagi muslim yang tidak melaksanakannya diperbolehkan dengan syarat menggantinya dengan memberikan fidyah yakni memberi makan kepada orang miskin minimal satu. Lebih dari satu orang itu lebih baik. Meski demikian, ibadah puasa tetaplah yang terbaik. Allah swt berfirman:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Q S Al-Baqarah [2] : 184

Berpuasa tidak hanya berfungsi meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, namun dalam perspektif kesehatan, puasa memiliki banyak sekali manfaat. Secara ilmiah, puasa terbukti mampu menghilangkan berbagai penyakit. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya izin Allah Swt.
Momentum puasa merupakan waktu yang tepat untuk kembali kepada gaya hidup sehat yakni dengan cara mengatur pola makan yang lebih sehat. Banyak sekali penelitian yang menyatakan kesehatan berpuasa. Berbagai manfaat puasa Ramadan misalnya sehat bagi saraf mata, ibu ibu hamil, pasien dengan diabetes, orang yang mengalami gangguan fungsi renal, kolesterol, obesitas, hormone kortisol, system kekebalan tubuh, dan pasien yang menderita kanker.

Salah satu tokoh Muslim yang konsen di dunia kedokteran adalah Ibnu Sina. Ia berpendapat bahwa puasa adalah unsur penting dalam penyembuhan berbagai penyakit seperti cacar dan penyakit kelamin. Puasa mampu melepaskan microorganisme di dalam tubuh. Puasa mengandung unsur yang dapat menghancurkan sel sel yang telah rusak sehingga mampu menumbuhkan sel sel baru. Tentu cara ini sudah dilakukan sejak masa pengobatan Timur Klasik. Terapi menggunakan puasa juga digunakan oleh pakar kedokteran modern.

Puasa juga dipercaya mampu mengatasi atau membuang racun yang terdapat di dalam tubuh manusia. Setelah tubuh terbebas atau bersih dari racun, tubuh akan melakukan relaksasi dengan sempurna lewat puasa. Kemudian tubuh mulai melakukan perbaikan terhadap kerusakan akibat racun yang terjadi pada jaringannya dan sekaligus merapikan system pengaturan fungsi tubuh manusia. Ini semua terjadi berkat relaksasi yang dilakukan saat berpuasa.

Saat berpuasa, sebagian orang akan merasakan lemas pada tubuh. Namun hal tersebut adalah hal yang wajar karena kurangnya pembiasaan. Tidak perlu khawatir tubuh lemas saat berpuasa karena manusia akan tetap mendapatkan energy dari simpanan zat gula dalam bentuk glikogen yang tersimpan di dalam hati dan otot. Zat gula ini akan dimanfaatkan hanya pada hari awal awal berpuasa. Setelah melewati masa awal berpuasa, tubuh akan menyerap energy dari simpanan zat lemak. Tubuh akan mengumpulkan zat zat tersebut kemudian membuatnya menjadi energy yang bermanfaat untuk beraktifitas sehari-hari juga untuk menjaga fungsi kerja organ tubuh dan jaringan saat berpuasa.

Masa standar puasa dapat dikira-kirakan antara 12 sampai 14 jam yakni dari mulai terbit matahari hingga terbenamnya matahari. Pada waktu inilah, mekanisme penyerapan dan metabolism tubuh akan terstimulasi dengan baik dan seimbang. Sehingga dalam proses penguraian glikogen, oksidasi, dan penguraian lemak dan protein semuanya dapat terstimulasi dengan baik. Waktu ini sangat tepat. Karena puasa di waktu ini tidak akan menyebabkan kelaian pada fungsi organ organ pada tubuh. Sel darah merah, organ saraf, pada masa ini hanya bergantung pada glukosa untuk mendapatkan energi.
Dalam buku “Le Jeunu” Shelton bersama Lutzner H dalam bukunya”Kembali Hidup Sehat dengan Puasa”, melakukan sebuah riset tentang beberapa manfaat puasa diantaranya:

a. Puasa adalah relaksasi yang bermaksud mengadakan perbaikan kepada organ tubuh yang mengalami kerusakan.
b. Puasa dapat menghentikan setidaknya proses penyerapan sisa sisa makanan yang terdapat di dalam usus kemudian membuangnya. Karena apabila dibiarkan akan menghasilkan penumpukan sehingga merubahnya menjadi racun.
c. Puasa dapat menghancurkan zat-zat yang berlebihan di dalam tubuh dan melarutkan endapan-endapanyang terdapat dalam jaringan tubuh manusia.
d. Peremajaan dan revitalitas pada selakan mudah dilakukan dengan berpuasa.
e. Penyerapan sari sari makanan dan stabilnya proses masuknya makanan secara berlebihan dapat diminimalisir dengan berpuasa.
f. Puasa dapat menghaluskan kulit dikarenakan puasa memiliki pengaruh terhadap kulit.
g. Puasa merupakan tekhnik berobat paling banyak disarankan dan dilakukan oleh manusia dengan resiko yang sangat kecil.

Exit mobile version