Baladena.id – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan laut global kembali diwujudkan oleh generasi muda Indonesia. Jehaan Devanya Salsabiil Fadhilah, mahasiswi Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, sukses merampungkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional melalui keikutsertaannya dalam proyek Aquatica 1.0, sebuah program Global Volunteer yang dirancang dan diselenggarakan secara khusus oleh AIESEC in Kedah Perlis, Malaysia.
Berlangsung selama hampir satu bulan penuh, terhitung dari tanggal 1 hingga 28 Agustus 2026 di Langkawi, Kedah, Malaysia, program ini berfokus secara intensif pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-14, yakni Life Below Water (Menjaga Ekosistem Laut).
Pelaksanaan KKN Internasional ini diawali dengan serangkaian persiapan matang, mulai dari Local Cultural Briefing, seminar persiapan kedatangan, hingga sesi Train the Trainer demi memastikan para relawan (volunteer) memahami kondisi lingkungan serta metode edukasi yang efektif.
Selama program berjalan, Jehaan bersama para relawan internasional lainnya ditempatkan di Underwater World Langkawi serta kawasan ekowisata sekitar untuk menjalankan berbagai peran strategis, mulai dari edukator publik (educator), keterlibatan kuratorial satwa akuatik (curatorial working space), hingga aksi pembersihan lingkungan pesisir.
Edukasi Konservasi dan Pengelolaan Satwa Akuatik
Sebagai bagian dari tugas utamanya, Jehaan bersama rekan-rekan relawannya dari Malaysia dan Vietnam aktif mengambil peran sebagai educator yang berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Dalam sesi commentry, mereka menyampaikan berbagai informasi edukatif mengenai karakteristik satwa laut, kondisi lingkungan perairan, serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem di bawah laut. Pengalaman langsung dalam perawatan satwa juga didapatkan melalui sesi kuratorial di berbagai zona, seperti area African Penguin, Fur Seal, Rainforest, hingga Rockhopper Penguin.
Di luar akuarium, misi edukasi tersebut juga menjangkau langsung masyarakat lokal. Mereka berkolaborasi dengan Tree House Society dan Autism Care Langkawi melalui lokakarya yang seru dan kreatif, seperti membuat gantungan kunci akrilik dan pipe cleaner bertema hewan laut, origami hewan, serta kegiatan “paste the trash into marine painting” (menempelkan sampah ke dalam lukisan bertema laut) untuk mengenalkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak. Mereka juga memamerkan kerajinan tangan yang indah ini di awareness booth dan mengikuti sesi berkebun yang inspiratif bersama LivBumi Oasis. Puncak kampanye ini semakin disempurnakan melalui Awareness Booth pada 26–27 Agustus 2026, tempat mereka membagikan karya-karya kreatif tersebut dan menyampaikan pesan-pesan konservasi laut yang interaktif kepada publik.
Aksi Nyata Bersih Pantai dan Terumbu Karang
Selain edukasi di dalam ruangan, kekompakan tim asal Indonesia, Malaysia, dan Vietnam ini juga diuji melalui aksi nyata di lapangan. Jehaan bersama tim turut berpartisipasi dalam kegiatan Kilim Geopark Tour & Geo Site Clean Up yang berlokasi di Pantai Teluk Dalam, Pulau Langgun, dengan berhasil mengumpulkan sampah seberat 400 kg.
Aksi bersih-bersih ini juga diperkuat melalui kolaborasi bersama Trash Hero di Pengkalan Nelayan Pasir Hitam dengan perolehan sampah terkumpul mencapai 206,4 kg. Melalui kerja sama masif bersama LADA, staf Underwater World Langkawi, dan para relawan ini, terkumpul ratusan kilogram sampah sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebersihan lingkungan pesisir.
Tidak hanya membersihkan sampah di darat dan pesisir, program ini juga menggandeng Scuba Club Langkawi untuk melakukan aksi konservasi laut yang lebih mendalam. Mereka terjun langsung melakukan konservasi terumbu karang, mulai dari edukasi hingga praktik transplantasi (pencangkokan) karang, yang kemudian dilanjutkan dengan aktivitas snorkeling dan diving untuk memantau langsung kesehatan ekosistem bawah laut.
“Program Aquatica 1.0 ini memberikan pengalaman yang luar biasa, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan edukasi lintas budaya, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mendalam mengenai urgensi menjaga kelestarian ekosistem laut demi masa depan bumi,” ujar Jehaan Devanya Salsabiil Fadhilah saat ditemui usai penutupan program.
Rangkaian kegiatan KKN Internasional ini ditutup secara resmi melalui sesi evaluasi akhir (project debrief) bersama Exchange Participant (EP) dan Official Partnership (OP) serta penyerahan sertifikat penghargaan Global Volunteer kepada para peserta pada akhir Agustus 2026. Melalui keikutsertaan ini, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung membuktikan kapasitas globalnya dalam menghadirkan dampak nyata bagi pelestarian lingkungan internasional.

