Site icon Baladena.ID

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gandeng Yayasan SKUAT Gelar Gerakan Peduli Sosial

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gandeng Yayasan SKUAT Gelar Gerakan Peduli Sosial

Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang begitu pesat, ada nilai dalam kehidupan ini yang pelan-pelan tergerus, yakni kepedulian terhadap sesama. Individualisme yang mengakar begitu kuat di sebagian besar perkotaan menjadikan jurang kesejahteraan semakin melebar.

Setidaknya dalam bingkai itulah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang kelompok 75 menggandeng Yayasan SKUAT menggelar acara tebar nasi bungkus dan pemberian bantuan kepada kaum dhuafa di wilayah Semarang Barat. Acara tersebut berlangsung pada hari Minggu, 25 Oktober 2020 kemarin.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang sedang Menyalurkan Bantuan Nasi Bungkus ke sejumlah kaum Dhuafa di sekitar wilayah Semarang.

Kegiatan tebar nasi bungkus dan pemberian santunan kepada kaum dhuafa dilakukan untuk membantu meringankan beban sesama. Selain itu Pratistaning Rahmawati, mahasiswi UIN Walisongo menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu ajang dalam menuai kebaikan.

Pak Heri, perwakilan Yayasan SKUAT mengatakan bahwa santunan kepada kaum duafa di sekitar wilayah Semarang dilakukan secara rutin setiap satu bulan sekali. Sedangkan untuk pembagian nasi bungkus dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu bulan.

“Ada kurang lebih 21 orang yang sudah menjadi target tetap santunan, di semarang barat ada 4 dengan PJ Maulana, Semarang Timur ada 8. Heri, Semarang Atas 6.  Ramalan, Mijen Mas Indra 2 dan Semarang Barat 2”, katanya.

Pembagian nasi pada saat tebar nasi bungkus dilakukan di area Semarang Barat, Kampung Kali, Johar, Semarang Timur dan Semarang Utara. Sebanyak 200 nasi diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan di jalanan, seperti tukang sapu, tukang becak, dan pemulung.

Tim KKN UIN Walisongo Kelompok 75 bersama Salah Satu Warga Penerima Bantuan di Wilayah Kota Semarang.

Mbah Tumiah, perwakilan warga penerima bantuan menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya karena uang santunan yang diberikan bisa digunakan untuk berobat dan membeli sayur.

“Alhamdulillah sampun mampir ting nggubuk kulo ingkang leyot ngeten, mugi saget istiqomah maringi santunan lan tambah sae kagem njenengan sedanten. Matur suwun sanget sampun membantu, arto niki saget damel kulo berobat lan tumbas maeman “. (kkn_uin-ws).

Exit mobile version