Boyolali- Beberapa mahasiswa Kkn Walisongo Semarang mengikuti salah satu budaya yang ada di Jawa Tengah yaitu Rodat, Minggu (17/01/21). Kesenian ini menggabungkan tari dan atraksi akrobat yang diiringi dengan Musik dan suluk (red Suluk). Jadi, tradisi ini syarat dengan nilai nasehat dan dakwah.
Menurut cerita masyarakat, Setelah 30 Tahun lamanya kesenian rodat menghilang di desa Sumber, Simo, Kacangan, Boyolali, Jawa Tengah kini kembali hadir ditengah masyarakat setempat. antusiasme warga dalam Nguri-Nguri (Menghidupkan) tradisi ini begitu kentara dengan dilakukannya acara ini setiap satu minggu sekali tepatnya pada malam minggu dan biasanya disaksikan oleh warga setempat.
Pada acara ini, mulanya beberapa mahasiswa Kkn hanya bertugas mengabadikan moment untuk dipublikasikan. Namun, menjelang di akhir sesi seolah-olah tak mau ketinggalan dalam memeriahkan kesenian ini, akhirnya Mahasiswa yang hadir ikut menari bersama pemain rodat dengan pakaian dan perlengkapan seadanya.
“Saya salut terhadap semangat warga di sini yang begitu tinggi dalam melestarikan dan menghidupkan kembali kesenian rodat. Kalau tidak tinggi mana mungkin warga mau mengadakan rutin setiap minggu” Tanggapan Yusuf Abdullah dalam kesempatan wawancara dengan salah satu peserta Mahasiswa yang mengikuti acara tersebut. (Red Rosyad)

