Site icon Baladena.ID

Luar Biasa! Mahasiswa TIM II KKN UNDIP Tingkatkan Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Desa Tirtomarto Melalui Pembuatan Peta Kerawanan Beserta Jalur Evakuasinya

Klaten (06/08/2023) – Mahasiswa TIM II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro periode 2022/2023 telah membuat peta kerawanan gempa bumi di Desa Tirtomarto, serta memberikan edukasi terkait cara membaca peta tersebut kepada perangkat desa dan perwakilan dari beberapa masyarakat setempat.

Kegiatan yang dipertanggungjawabkan oleh Billy Yanuar dari program studi Teknik Geologi dilatarbelakangi oleh kejadian gempa bumi yang terjadi pada empat belas tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2006. Gempa bumi yang berpusat di Bantul ini berdurasi kurang lebih 57 detik dan dapat memorakporandakan Yogyakarata, Klaten, dan sekitarnya. Program pembuatan peta kerawanan gempa bumi ini sebelumnya sudah dibicarakan dengan pendamping Kecamatan Cawas             bahwasannya akan lebih baik jika ditambahkan plang jalur evakuasi dan titik kumpul. “Dengan adanya program kerja ini diharapkan dapat menjadi Langkah awal mitigasi gempa bumi di Desa Tirtomarto”, ungkap Mas Sidiq selaku pendamping Desa Kecamatan Cawas.

Seperti pada peta administrasi, peta kerawanan gempa bumi ini awalnya berisi batas-batas wilayah dengan desa lain, antar Rukun Warga, dan antar Rukun Tetangga. Perbedaanya adalah pada peta ini memiliki empat warna yang berfungsi sebagai indikator kerawanan bencana, mulai dari tidak rawan hingga sangat rawan. Dalam proses pembuatan peta ini, terdapat empat parameter yang dijadikan acuan dalam kerawanan gempa bumi, diantaranya adalah litologi, kelerengan, kelurusan, dan tata guna lahan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Agustus 2023 ini dihadiri oleh perangkat desa dan beberapa masyarakat dari Kelompok Wanita Tani yang sedang melakukan kegiatan penanaman. Dalam edukasi pembacaan peta kerawanan gepa bumi juga disebutkan terkait cara membaca indikator gempa bumi yang mana daerah yang berwarna merah memiliki arti sangat rawan terdampak gempa bumi, warna orange rawan terdampak, hijau muda agak rawan, dan hujau tua tidak rawan. Selain itu, dipaparkan juga diagram pie yang berisi kalkulasi dari luasan wilayah masing-masing indikator berupa presentase luas dalam kilometer, antara lain 0.723 km untuk daerah tidak rawan, 0.35 untuk daerah agak rawan, 0.306 untuk daerah rawan, dan 0.102 untuk daerah sangat rawan.

Urutan informasi yang tersedia pada bagian bawah peta diawali dengan logo dari Universitas Diponegoro dan Kabupaten Klaten yang bersebelahan dan dibawahnya diikuti dengan judul peta beserta daerahnya. Format kertas yang dibuat merupakan ukuran kertas A2 (42 x 59,4 cm), sehingga skala yang tertera pada peta juga semakin kecil dan berarti semakin jelas. Skala pada peta adalah 1:5000 yang berarti 1 cm jarak dipeta sama dengan 5000 cm jarak sesungguhnya. Setelah itu terdapat legenda berupa batas wilayah, tingkat kerawanan terdampak gempa, presentase dalam bentuk diagram pie, dan sumber data.

“Saya sangat senang dan terbantu dengan dibuatnya peta kerawanan gempa bumi tersebut untuk desa. Sebagai seorang alumni dari program studi Teknik Geologi saya menilai bahwa peta yang dibuat sangat mudah dipahami bagi orang awam yang tidak paham membaca peta. Pembedaan warna setiap indikator kerawanan memang sengaja dilakukan untuk memudahkan orang yang melihat daerah mana saja yang terdampak gempa bumi.”, ucap Ian Wahyu Jati Pamungkas selaku Bendahara Desa Tirtomarto.

Lokasi pemasangan peta kerawanan gempa bumi ini nantinya akan dapat dilihat semua orang yang sedang ke lapangan Desa Tirtomarto. Harapannya masyarakat dapat membaca secara menyeluruh isi dari peta kerawanan gempa bumi tersebut. Selain itu, para penduduk desa juga dapat memahami bahwa hal ini merupakan suatu langkah awal untuk mitigasi bencana gempa bumi yang kedatangannya tidak dapat diprediksi.

Penulis: Billy Yanuar, Mahasiswa program studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan:

  1. Dr. Sunarno, S.Si., M.Si.
  2. Imam Setyawan, S.Psi., M.A.
  3. Ir. Hermin Werdiningsih, M.T.
Exit mobile version