MONASMUDA INSTITUTE BERHARAP HAFALAN YANG FUNGSIONAL
Rumah Perkaderan dan Tahfidh al-Qur’an Monasmuda Institute Semarang selalu dinamis dengan usaha-usaha baru untuk mengajar, mendidik, dan juga mengkader kaum muda muslim. Untuk mengoptimalkan capain hasil kaderisasi, salah satu program prioritas untuk para calon kader di dalamnya adalah menghafalkan al-Qur’an. Agar para kader bisa lebih cepat dalam proses menghafalkan al-Qur’an, Pendiri dan Guru Utama Monasmuda Institute selalu berusaha melakukan terobosan jalan. Salah satu hasilnya adalah metode yang telah terbukti membuat menghafal para santri menjadi lebih cepat. Metode ini disebut dengan “Artikan Baru Hafalkan” atau disingkat ABAH.
Metode ini dilaunching di Monasmuda Institute pada 19 Januari 2023. “Metode ini sesungguhnya merupakan bagian dari implementasi tujuh kewajiban kita kepada al-Qur’an, yaitu: membacanya, mengartikannya, menghafalkannya, merenungkannya, mengerjakannya, mengajarkannya, dan memperjuangkannya. Kami akan sebarkan metode ini kepada siapa pun yang ingin mendapatkan kemudahan dalam menghafalkan al-Qur’an dan melengkapi diri menjadi pejuang al-Qur’an. Bahkan kami akan proaktif mengajak lembaga-lembaga pendidikan Islam, baik sekolah Islam maupun pesantren untuk menggunakan metode kami ini. Sebab, ini teruji secara saintifik, berbasis riset yang sesuai dengan masyarakat muslim Indonesia. Gratis. Kami tidak membutuhkan royalti. Bahkan penghafal al-Qur’an di Monasmuda Institute ini tidak dipungut biaya. Semoga jadi amal jariyah untuk orang tua kami. In syaa’a Allah”, kata Pendiri Monasmuda Institute, Dr. Mohammad Nasih, M.Si. al-Hafidh yang juga pengajar Ilmu Politik di FISIP UMJ dan Pascasarjana Ilmu Politik UI.
Pria yang akrab disapa Abah Nasih atau Abana itu berharap akan ada makin banyak pemuda muslim yang hafal al-Qur’an dan sekaligus mengerti artinya. Dengan demikian, hafalan itu akan menjadi fungsional untuk merenungkan sampai bisa menangkap apinya dan menjadi energi besar yang bisa digunakan untuk menggali segala petunjuk yang ada di dalam firman Allah kepada Nabi Muhammad ini. Hanya dengan cara ini, al-Qur’an akan senantiasa terasa relevan sepanjang zaman. Sebab, para penghafal yang mengerti artinya, selalu semangat menggali pesan terdalamnya, akan mampu melakukan kontekstualisi dan rekontekstualisasi.
“Kalau kontekstualisasi dan rekontekstualisasi senantiasa dilakukan oleh para ahli al-Qur’an, maka al-Qur’an akan selalu menjadi hudan atau petunjuk, termasuk di dalamnya solusi atas masalah umat manusia sampai akhir zaman”, demikian kata ayah lima anak yang juga pendiri Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO Rembang itu.
Bersama launching metode terbaru ini, Monasmuda Institute mengundang anak-anak muda muslim dari mana saja untuk menjadi penghafal al-Qur’an. Monasmuda Institute juga mendorong para penghafal al-Qur’an untuk membangun wirausaha, agar menjadi kader-kader pejuang al-Qur’an yang mandiri secara intelektual dan finansial. Untuk mendaftar, bisa melalui WA: 085877584225. ***

