Site icon Baladena.ID

Kriteria Pemimpin Indonesia dan Ulul Albab

Negara yang memiliki beribu-ribu pulau, keragaman kebudayaan, ras suku dan massih banyak lagi. Kekayaan alam yang melimpah, entah itu dari permukaan bumi maupun di dalam bumi, kekayaan dalam laut yang begitu banyak misteri dan teka-teki. Itulah Indonesia negara yang menjadi salah satu daya wisata dan keistimewaan di dalamnya serta menjadi penduduk muslim terbanyak di dunia.

Negeri yang luas dan megah ini, tentunya memerlukan seorang pemimpin yang bisa menopang kesedihan dan kebahagiaan. Salah satu contoh adalah presiden pertama bapak proklamator yaitu Ir. Soekarno yang mempunyai gaya kepemimpinan yang sangat populis, emosi yang meledak-ledak serta memiliki kelembutan dan menyukai keindahan. Sifat yang begitu menonjol dari beliau yaitu percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif.

Pemimpin kharismatik, semangat pantang menyerah, rela berkorban demi persatuan dan kesatuan, serta kemerdekaan bangsanya. Beliau dianggap sosok yang dapat menjadi contoh pemimpin yang begitu hebat bagi semua masyarakat. Jadi, Kriteria pemimpin juga begitu penting dan menjadi acuan untuk menilai bisa atau tidaknya seseorang dapat dikatakan sebagai pimpinan. Kriteria pemimpin menurut Nadella CEO Microsof

Kemampuan memiliki memberi kejelasan di suasana keruh

Peran pemimpin begitu dibutuhkan oleh suatu negara, apabila suasana sedang tidak stabil atau keadaan tidak stabil dengan cara menjelaskan dan mengarahkan. Orang yang dapat mengendalikan tanpa rasa panic, itulah pemimpin yang sangat berharga.

Dijelaskan jug dengan perkataan Nadella, “Siapa yang bisa memberi kejelasan pertama tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya, itu adalah hal yang berharga.”

Kemampuan menyalurkan energi ke sekitar

Pemimpin yang dapat membangkitkan antusiasme bawahan dalam lingkungan kerjanya. Tidak cukup dengan berfokus pada satu unit saja, namun haruslah merangkul semua unit. Menyalurkan optimisme dan kretifitas serta bersama-sama belajar saat keadaan baik maupun buruk menjadi syarat pemimpin yang baik. Jika memiliki pengikut dimana-mana itulah pemimpin yang sudah berhasil menyalurkan antusiasisme dan energi kepada orang lain.

Kemampuan untuk berhasil dalam situasi terbatas

Dalam kriteria yang ketiga bersifat umum. Karena dalam hal ini seseorang haruslah pintar dalam membaca situasi dan memanfaatkan peluang yang ada. Setiap manusia tentunya mempunyai masalah tersendiri, tetapi jangan merasa tidak bisa mengendalikan dan menyelesaikannya.

Apa itu ulul albab?

Dalam Qs. Al-Ra’d ayat 19-20 yang berbunyi :

أَفَمَنْ يَّعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمٰىۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ.(19)

 Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.

الَّذِيْنَ يُوْفُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَلَا يَنْقُضُوْنَ الْمِيثَاقَ(20)

(yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,

وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَا أَمَرَ اللّٰهُ بِهٖ أَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْءَ الْحِسَابِ(21)

dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan,-* dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.

وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَأَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّار(22)

Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰئِكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍ(23)

(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangan dan anak cucunya, sedang para malaikat masiuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ(24)

(sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.

Kesimpulan dari ayat-ayat diatas, ulul albab adalah seseorang yang berakal atau menggunakan akalnya untuk kebaikan dan keilmuan. Melakukan sesutau dengan dasar ketakwaan serta percaya akan kebesaran Allah SWT. Tentunta juga Allah SWT, memberikan keistimewaan bagi ulul albab, karena ketakwaanya serta pemikiranya yang selalu berdasarkan kebenaran.

Apa Hubungan Kriteria Pemimpin Indonesia dan Ulul Albab?

Dalam pendangan Islam ulul albab haruslah dimiiki oleh seorang pemimpin karena seseorang yang menggunakan akalnya untuk berbuat sesuatu pastinya akan mengetahui yang salah maupun yang benar. Ditambah dengan mayoritas penduduk Indonesia bergama Islam, haruslah memandang semuanya dengan dasar Al-Qur’an dan hadist.

Pemimpin yang berkarakter ulul albab akan menjadikan dan membawa negara Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera. Dengan pemikiranya yang jernih dan benar, dengan mudahnya akan memecahkan sebuah masalah dengan kunci Al-Qur’an dan hadist. Dengan kemulyaan yang diberikan oleh Allah kepada ulul Albab, Inyaallah akan dimudahkan dengan berbagai jalan dan jawaban.

Dengan kepercayaan dan semangat yang tinggi serta kecerdasan dalam merangkul semua masyarakat di Indonesia. Bukankah surah diberikan oleh Allah SWT, contoh ulul albab yang begitu jelas yaitu Nabi Muhammad saw.

Saran Penulis

Pemimpin yang baik adalah yang bisa mengedepankan kepentingan orang lain daro pada dirinya. Dengan pemikiran yang luas serta jika kepemimpinanya, dapat mempengaruhi semua orang dengan mudah menuju kejayaan dan kemakmuran.

Janganlah janjikan sesuatu yang akan mengecewakan, kerjakan sesuatu terlebih dahulu yang sudah jelas-jelas di depan mata. Rakyat adalah beban pemimpin yang haruslah di fikirkan secara matang mau dibawa kemana mana depan mereka.

Exit mobile version