Site icon Baladena.ID

Kreativitas dan Inovasi dalam Sistem Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19

Oleh: Lina Yulia Khofifah

linayuliakhofifah@gmail.com, Wanayasa, Banjarnegara

Pada situasi saat ini, banyak negara yang dilanda pandemi Covid-19. Hal tersebut mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah dunia pendidikan. Berdasarkan keputusan Mendikbud RI dalam surat nomor 4 tahun 2020 mengenai kebijakan pelaksanaan proses pembelajaran pada masa darurat Covid-19, menyatakan bahwa semua kegiatan pendidikan dan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau e-learning. Sehingga peserta didik maupun guru atau dosen tidak perlu bertatap muka.

Perkembangan teknologi yang sudah berkembang saat ini sangat memfasilitasi dan memberikan berbagai alternatif atau kemudahan bagi peserta didik dalam belajar. Selain belajar menggunakan buku atau secara tertulis, peserta didik juga dapat menggunakan laptop yang terkoneksi internet serta smartphone untuk pembelajaran jarak jauh atau daring, (Elvarita, Iriani, & Handoyo, 2020).

Situasi pandemi Covid-19 secara tidak langsung menuntut para pendidik maupun peserta didik untuk berinovasi agar pembelajaran tetap bisa berjalan dengan baik. Pendidik diharuskan menyusun metode dan media pembelajaran sebagai strategi dan inovasi selama pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran pada dasarnya mencakup dua konsep yang saling terkait, yaitu belajar dan mengajar. Menurut teori belajar kognitif, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Proses pembelajaran menjadi kegiatan utama dalam satuan pendidikan. Pada kegiatan tersebut, pendidik harus memiliki kreativitas dan menerapkan strategi serta inovasi yang akan digunakan.

“Creativity is a mental process by which an individual creates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or her.” James J. Gallagher (1985)

Menurut James J. Gallagher, kreativitas adalah suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan atau produk baru, atau mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya.

Inovasi merupakan gagasan, tindakan, atau objek yang dipersepsikan baru oleh seseorang atau pengguna lainnya. Menururt Kemendiknas dalam buku modul Konsep Dasar Kewirausahaan, inovasi adalah sesuatu yang berkenaan dengan barang, jasa, atau ide yang dirasakan baru oleh seseorang. Meskipun ide tersebut telah lama ada, tetapi ini dapat dikatakan sustu inovasi bagi orang yang baru melihatnya atau merasakannya.

Secara umum, inovasi dapat dipahami sebagai keberhasilan dalam memperkenalkan suatu hal atau sebuah metode baru (Brewer and Tierney, 2012). Di bidang pendidikan, inovasi ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui berbagai pembaharuan dalam teori pedagogi, pendekatan metodologis, teknik mengajar, alat pembelajaran, proses pembelajaran maupun struktur institusional (Serdyukov, 2017).

Di era pandemi covid-19, pendidik dituntut untuk memiliki inovasi lebih dalam pembelajaran. Tujuannya adalah agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan materi juga dapat tersampaikan dengan optimal. Baik siswa maupun guru harus sama-sama menyesuaikan diri dengan inovasi pembelajaran berbasis LMS (Learning Management System).

Konsep strategi yang diterapkan dalam pembelajaran masa pandemi sebagai salah satu pendekatan untuk pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan urutan integrasi kegiatan, mengorganisasikan materi, media dan waktu yang digunakan selama proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, (Hamdani,2011:24).

Inovasi dalam pendidikan seringkali dikaitkan dengan penggunaan teknologi dan internet untuk mengakses materi maupun melakukan interaksi pembelajaran seperti melalui situs website, Learning Management System, aplikasi seluler, hingga media sosial.

Beberapa alternatif yang dapat diakses dan digunakan sebagai media pembelajaran diantaranya e-mail, blog, e-book, e-portofolio, animasi, tautan video maupun media sosial meliputi Facebook, Twitter, Youtube, Google Classroom, Edmodo, dan lainnya. Pembelajaran daring atau E-learning sebagai alternatif pilihan, selain dapat menghemat biaya juga waktu mudah ditentukan.

Namun, ketika perangkat teknologi dan jaringan tidak memadai serta kapasitas guru dan orangtua terbatas dalam mengoptimalkan teknologi digital, praktik inovasi seolah harus terhenti. Padahal inovasi merupakan upaya peningkatan kualitas dan efisiensi dengan melakukan pembaharuan.

Oleh karena itu, inovasi harus dibarengi dengan kreativitas yang dapat dikembangkan dari pola pikir yang dapat menemukan berbagai peluang di tengah tantangan yang ada. Dengan kreativitas, guru dan orangtua dapat membantu anak dalam menciptakan sistem belajar yang dapat mendukung untuk meningkatkan konsentrasi.

Pada era pandemi Covid-19, seluruh elemen harus beradaptasi dengan keadaan, begitu juga dengan bidang pendidikan. Inovasi diperlukan sebagai salah satu bentuk adaptasi dunia pendidikan dengan mengubah sistem pembelajaran sebelumnya. Sistem pembelajaran yang semula tatap muka diubah menjadi pembelajaran jarak jauh.

Perkembangan teknologi mendukung terlaksananya pembelajaran jarak jauh. Namun, tidak semua pihak siap dengan adanya inovasi tersebut. Ketika perangkat teknologi dan jaringan tidak memadai serta kapasitas guru dan orangtua terbatas dalam mengoptimalkan teknologi digital, proses pembelajaran harus tetap berlanjut.

Dalam proses pembelajaran jarak jauh, diperlukan sinergi antara guru dan orangtua dengan para siswa. Sinergi yang dimaksud dapat berupa fasilitas dari tenaga pendidik dan orangtua dalam melihat pembelajaran dari perspektif siswa, sehingga tercapai proses pembelajaran yang bermakna. Selain itu, kerjasama secara struktural juga diperlukan, seperti integrasi antara kebijakan, program, dan riset. Dengan adanya kreativitas dan inovasi dari segala sektor diharapkan dapat mengatasi dampak pandemi di bidang pendidikan secara lebih efektif.

Daftar Rujukan

Elvarita, A., Iriani, T., & Handoyo, S. S. (2020) Pengembangan Bahan Ajar Mekanika Tanah Berbasis E-Modul pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas

Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan Teknik Sipil, 9 (1), 1-7.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Kemendiknas. 2010. Konsep Dasar Kewirausahaan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Kursus

dan Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional.

 

 

Exit mobile version