Site icon Baladena.ID

Kreatif! Mahasiswa KKN UNDIP Tim II Lakukan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Daun Bambu Kering

Boyolali— Sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pertanian berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif limbah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II 2022/2023 telah berhasil menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik padat berbahan dasar daun bambu kering. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terutama anggota kelompok tani dan kelompok wanita tani tentang pendiversifikasian jenis pupuk.

Dalam upaya ini, mahasiswa KKN Tim II UNDIP bekerja sama dengan ketua kelompok tani dan ketua kelompok wanita tani di Desa Tanjung. Mereka mengidentifikasi potensi daun bambu kering sebagai bahan dasar yang melimpah dan dapat diolah menjadi pupuk organik padat (kompos) yang dapat menjadi opsi pendiversifikasian jenis pupuk dari yang sebelumnya berupa pupuk kimia menjadi pupuk organik.

Adapun sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan di kediaman mantan ketua kelompok tani, yakni Bapak Mukhson di Dusun Grembyuk, Desa Tanjung dengan jumlah peserta yang hadir yakni sebanyak 19 orang. Peserta tersebut terdiri dari Ketua GAPOKTAN Desa Tanjung, beberapa ketua dan anggota kelompok tani, ketua, dan anggota kelompok wanita tani serta perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian. Sosialisasi dan pelatihan tersebut diadakan sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mengatasi masalah limbah organik.

Demonstrasi pembuatan pupuk organik padat berbahan daun bambu kering

Pengisi program, Hanif, menjelaskan manfaat dari penggunaan pupuk organik. Diantara manfaat pupuk organik dari daun bambu kering ini adalah dapat membantu pertumbuhan tanaman.

“Dengan menggunakan pupuk kompos maka akan meningkatkan bahan organik yang ada di tanah, mempertahankan kandungan air di dalam tanah, serta membantu tanaman dalam menghadapi serangan penyakit. Sehingga pertumbuhan tanaman akan optimal dan menghasilkan hasil panen yang optimal pula,” papar Hanif.

Berikut adalah rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan pupuk organik padat (kompos) berbahan dasar daun bambu kering:

1. Edukasi Tentang Pupuk Organik Padat dan Pentingnya Penggunaan Pupuk Organik Padat

(Mahasiswa KKN memberikan penjelasan tentang pupuk organik padat (kompos) dan manfaat penggunaan pupuk organik padat bagi pertanian)

2. Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Padat

(Seorang mahasiswa mempraktikkan proses pembuatan pupuk padat dari daun bambu kering secara langsung, mulai dari pemotongan bahan baku sampai berukuran kecil hingga pengomposan)

3. Diskusi dan Tanya Jawab

(Setelah demonstrasi, sesi diskusi dilakukan untuk menjawab pertanyaan peserta dan memperdalam pemahaman tentang penggunaan pupuk organik padat berbahan dasar daun bambu kering)

Pengurus dan anggota dari kelompok tani maupun kelompok wanita tani menunjukkan sikap antusiasme yang tinggi terhadap upaya mahasiswa KKN Tim II UNDIP dalam membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian dan mengatasi masalah lingkungan. Hal tersebut diwujudkan dengan berbagai pertanyaan dari komunitas pertanian tersebut. Salah seorang ketua kelompok tani menanyakan terkait fungsi dan pengaruh jumlah EM4.

“EM4 itu apa ya mas dan jika jumlahnya lebih sedikit dari yang dicontohkan pengaruhnya apa?” tanya salah seorang peserta dari anggota tani.

Pertanyaan juga kembali muncul dari seorang anggota kelompok tani yang menanyakan terkait perbandingan komposisi.

“Kalau pengen buat pupuk dalam jumlah yang banyak bisa ndak mas, kira-kira perbandingan komposisinya berapa?”

Diharapkan program ini dapat menjadi upaya nyata bagi masyarakat untuk membantu menciptakan pertanian berkelanjutan di masa depan serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal dalam pertanian.

Penulis: Muhammad Farhan Hanif, Mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan:

Dr. Ir. Baginda Iskandar Moeda T., M.Si, IPM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version