Site icon Baladena.ID

Kimia Pangan (Pengawetan, Pemrosesan, dan Keselamatan Pangan)

Kimia pangan merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari komposisi, sifat, reaksi kimia bahan pangan, serta proses pengolahan dan pengawetannya. Pentingnya peran kimia dalam keamanan pangan, menjaga kualitas gizi, dan memperpanjang umur simpan pangan. Kimia pangan adalah salah satu disiplin ilmu pangan utama yang terutama berfokus pada perubahan komposisi dan sifat fisiko- kimia, fungsional pangan dan produk pangan selama berbagai tahap mulai dari hasil panen sampai makanan disajikan (Nur & Bekty, 2019).
Salah satu aspek utama kimia pangan adalah pengawetan pangan. Tujuan pengawetan adalah untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat merusak pangan dan menurunkan mutunya. Berbagai metode pengawetan seperti pengeringan, pengalengan, pengasapan, penggaraman, pengawetan, dan pendinginan memanfaatkan sifat kimia bahan pengawet seperti garam dan asam. Dengan demikian, salah satu cara untuk mempertahankan kualitas makanan dan mencegah kerusakan adalah dengan metode pengawetan (Kusnadi, 2018).
Selain itu, reaksi kimia kompleks juga diperlukan selama pengolahan makanan. Misalnya, pemanasan menyebabkan reaksi kimia yang mengubah struktur molekul makanan, seperti denaturasi protein atau karamelisasi gula. Pengetahuan yang komprehensif mengenai reaksi-reaksi kimia tersebut penting untuk menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi dan mempunyai sifat organoleptik menjadi salah satu indikator yang dapat menentukan kualitas atau mutu dari suatu produk pangan (Sajidan, 2023).
Keamanan pangan juga sangat bergantung pada pemahaman kimia. Identifikasi dan deteksi kontaminan kimia seperti pestisida, logam berat, dan residu obat hewan sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan. Metode analisis kimia menggunakan kromatografi kertas dan spektrofotometri UV-Visibel (Aurand, 2003) digunakan untuk mendeteksi dan mengukur kadar kontaminan dalam bahan makanan.
Memahami kimia pangan penting tidak hanya bagi produsen tetapi juga bagi konsumen. Untuk itu harus ada upaya dari semua pihak untuk memahami pentingnya menghindari bahaya pangan baik yang berdampak jangka pendek maupun jangka panjang (Pudjirahaju, 2018). Memahami proses kimia di balik produksi dan pengolahan pangan dapat membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih cerdas saat memilih dan mengonsumsi makanan. Mewaspadai penggunaan bahan pengawet dan bahan tambahan pangan juga penting untuk konsumsi pangan yang sehat dan aman.
Secara keseluruhan, bahan kimia pangan berperan penting dalam menjaga keamanan, kualitas, dan ketersediaan pangan bagi masyarakat di seluruh dunia. Pemahaman mendalam tentang reaksi kimia dalam pengawetan, pengolahan, dan analisis pangan menjadi dasar bagi inovasi industri pangan dan perlindungan kesehatan dan kesejahteraan manusia. Dengan demikian, setiap orang berhak untuk memperoleh pangan yang aman, bermutu, bergizi dan menyehatkan (Lukman et al., 2015).

DAFTAR PUSTAKA
Aurand, L. W. (2003). Food Composition and Analysis. Nostrand Reinhold.
Kusnadi, J. (2018). Pengawet Alami Untuk makanan. UB Press.
Lukman, A. S., Feri Kusnandar, D., Makanan, G. P., Indonesia, M., Ilmu, D., Pangan, T., Pertanian, T., & Bogor, I. P. (2015). Keamanan Pangan untuk Semua Food Safety for All. Jurnal Mutu Pangan, 2(2), 159–164.
Nur, M., & Bekty, W. S. (2019). Kimia Pangan. UB Press.
Pudjirahaju, A. (2018). Pengawasan Mutu Pangan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sajidan. (2023). Paradigma Baru Pembelajaran Ipa Terapan. CV Pajang Putra Wijaya.

Oleh: Nanda Anisul Fu’ad; Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Pendidikan Kimia dan Ketua Umum Chemistry Education B Group

Exit mobile version