Janur-janur bersila
melengkung syukur
sebab butiran do’a
yang aku tiupkan di antara dua ayat
berjejal-jelalan selama Ramadlan,
purnama ngaku lepat
memantulkan cahaya berlipat-lipat
memberi terang, kepada yang gelap
memberi hidup, kepada yang mati
daun-daun belia
kawin di antaranya
menguning empu rasa
silang kasih berupa tikar
saling rindu berupa altar
yang bertadarus menganyam diri
yang berdzikir memikat hati
aku suguhkan berupa ketupat
agar menjadi hidangan di hari raya cintamu
Changchun, 2020
*Fathur Rosy, sedang menetap di Changchun, China. Twitter : @pintu_kata

