Kehadiran anak muda banyak melahirkan perubahan. Namun, perubahan itu tergantung bagaimana mereka menyikapi perkembangan dan tantangan yang terjadi. Anak muda harus bisa memilih dan menyikapi perkembangan zaman sekarang dan membawanya ke arah yang positif. Semakin hari, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, lahir generasi pemuda baru yang tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda.
Seringkali anak muda dibuat sebagai perhitungan, dibuat ancaman kalau posisinya sebagai penentu masa depan bangsa. Peran mereka selalu ditungu dalam semua gerakan perubahan. Namun pada kenyataannya pemuda zaman sekarang bisa dikatakan masih memiliki sikap apatis terhadap kondisi sekitar. Terkadang mereka masih enggan untuk berpartisipasi dalam prubahan bangsa. Jangankan ikut berperan dan berpartisipasi, dengan sesama lingkungan saja masih terlihat tidak peduli. Masih minim pemuda yang aktif dan telaten untuk memikirkan bangsa dan negara.
Pada tanggal 1 Oktober 2021 Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) berulang tahun ke-17. Pada perayaan tersebut, DPD mengusung tema “DPD Bangkit dan Maju Bersama Daerah”. Menurut Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, usia 17 tahun memang bisa disebut sebagai usia muda. Namun diingat dari peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, adanya sebuah penculikan Soekarno dan Moh. Hatta oleh golongan muda dengan tujuan untuk segera melaksanankan proklamasi.
“Ini adalah salah satu bukti sejarah. Bahwa usia muda bukan berarti tidak bisa memberi sumbangsih,” ujar La Nyalla dalam pidatonya di Nusantara IV Gedung Parlemen, Jakarta, Jum’at (1/10).
Sudah seharusnya pemuda berbuat lebih banyak untuk memajukan bangsa dan negara. Kerja cerdas dan berpikir rasional untuk mempercepat mewujudkan tujuan hakiki bangsa ini, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai pemuda, kita harus menjadi salah satu Sumber Daya Mnusia (SDM) yang berkualitas dan harus memanfaatkan masa muda dengan baik agar nantinya tidak menjadi beban untuk bangsa dan negara.
Di pundak pemuda, negara menaruh harapan besar. “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, satu orang pemuda dapat merubah dunia.” Itulah kutipan dari perkataan Bung Karno. Menurut perkataan Bung Karno itu, Pemuda memang meiliki peran penting untuk kemajuan negara dan pemuda memang memiliki peran untuk negara dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, pemuda harus mengambil pelajaran sejak dini. Pemuda yang akan menggantikan generasi tua di masa yang akan datang untuk memimpin negara dan membawa negara semakin maju lagi serta menjunjung martabat negara.
Untuk menghasilkan pemuda yang nantinya akan dijadikan sebagai pemimpin, pendidikan yang akan membantu membentuk karakter kepemimpinan pemuda tersebut. Selain itu, bidang yang khusus dan memiliki komitmen untuk menghasilkkan pemuda yang berkualitas juga diperlukan. Sekarang ini, banyak gedung-gedung yang dibangun dengan mewah untuk sekolah, tapi mereka tidak memperhatikan SDM yang cakap untuk sekolah itu sendiri. Padahal, sekolah (pendidikan) bisa dilakukan tanpa gedung. Tetapi bukan tanpa SDM (guru). (Kutipan Dr. Mohammad Nasih, M. Si.)
Kalau sudah saatnya, pemuda harus siap dan mampu dalam mengemban tugas dan tanggung jawab. Negara harus dipimpim oleh orang-orang muda yang aktif, kreatif, inovatif, dan mampu. Para pemuda harus mendapat tamparan agar bisa berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara. Semoga kita menggunakan usia muda dengan memberikan banyak manfaat dan kontribusi kepada umat dan bangsa. Karena jika kita dibutuhkan, maka kita ada.

