Tidak semua hal bisa kupahami dengan logika
Termasuk tentang kesunyianmu, persembunyianmu lebih tepatnya
Bagiku yang demikian itu baru
Bahkan menjadi pemandangan yang amat memesona
Pemandangan yang hanya bisa dirasakan resonansinya, bukan dilihat oleh mata yang penuh dosa
Sunyimu melukiskan senyummu
Ketika kutatap dalam-dalam mentari yang bersembunyi manis di ufuk timur
Dinda, aku sangat menikmati rindu ini, meski sendiri
Tak mau kubagi
Mungkin tak akan kubagi
Termasuk kepadamu
Aku ingin detak jantung ini membangkitkan
Membangkitkanku, menguatkanmu
Bukan melemahkan
Apalagi sampai menghancurkan
Seperti yang pernah kubilang, kebahagiaan tertinggiku adalah ketika melihatmu tersenyum berhasil meraih kemenangan
Dan itu akan senantiasa aku pelihara sampai Allah memberikan keputusan.
Dinda, dalam cahaya fajar ini, aku melihat keindahan Tuhan dalam dirimu.
Mungkin aku bisa berpaling dari siapapun manusia, tapi bagaimana dengan Tuhan?
Ke mana aku harus berpaling, agar Tuhan tak tahu?
Tak perlu bingung menjawab
Tuhan yang akan menjawabnya
Biarkan sunyi ini memenangkan hati kita
Kita lihat siapa yang akan menjadi juara?
Aku?
Kamu?
Atau kita?
Kemenanganku tidak terlalu penting
Yang terpenting bahagiamu
Rembang, 9 Februari 2020

