28 Oktober dijadikan sebagai hari nasional dan selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Tepat 93 tahun yang lalu, tiga pilar ikrar sumpah pemuda yang berbunyi: “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” telah berhasil dikumandangkan oleh para pemuda. Dalam ikrar tersebut digambarkan bagaimana harapan dan cita-cita para pemuda pada saat itu ketika memperjuangkan kemerdekan.
Peristiwa Sumpah Pemuda menjadi momen bersejarah sebagai tonggak utama berdirinya negara Indonesia. Sumpah Pemuda lahir untuk mempersatukan seluruh kekuatan pemuda-pemudi di Indonesia dalam melawan dan mengusir para penjajah di bumi Pertiwi ini. Para pemuda mencetuskan tiga sumpah soal tanah air, kebangsaan dan bahasa. Pemuda era 28-an itu berhasil mempersatukan semua kekuatan sebagai bentuk wujud kepeduliannya kepada bangsa dan negara. Mereka rela berkorban dan berjuang mati-matian demi memerdekaan bangsa ini.
Tiga pilar dalam ikrar sumpah pemuda semuanya bermakna satu, baik tanah, bangsa, maupun bahasa. Itu menunjukkan bahwa dengan adanya kesatuan oleh para pemuda menjadi sebuah motivasi tersendiri sebagai sumber kekuatan berdirinya negara ini untuk merdeka. Jadi, kesatuan itu sangat penting. Berdasarkan gambaran sejarah perjuangan para pemuda zaman dulu, dapat diambil kesimpulan bahwa kesatuan pemuda bak tiang negara. Apabila mereka tidak bersatu membentuk satu kesatuan, maka kita tidak akan bisa sesantai sekarang ini. Kita tinggal menikmati hasil dan melanjutkan perjuangan mereka.
Dengan berbagai perubahan yang terjadi sampai detik ini, masihkah Sumpah Pemuda melekat di dalam diri pemuda-pemudi Indonesia masa kini? Seringkali perbedaan menjadi faktor utama sebagai pemicu yang memecah-belah persatuan dan kesatuan. Jika pemuda saat ini, masih belum mampu menyikapi berbagai perbedaan dengan baik, maka sangat tidak mungkin akan terbentuk suatu kesatuan dalam negara. Hal ini, juga tidak koheren dengan pancasila sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.
Menurut kacamata penulis, pemuda dan pemudi merupakan aset berharga bangsa. Mereka yang akan memimpin sebuah negara di masa yang akan datang. Jiwa semangat seorang pemuda paling berkobar-kobar, sehingga perlu dimanfaatkan untuk berjuang demi memajukan bangsa dan negara ini. Bung Karno pernah mengatakan dalam pidatonya; “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia.” Nah, itu menunjukkan bahwa pemuda memiliki peranan penting bagi peradaban dunia.
Dengan jumlah pemuda yang saat ini begitu banyak tidak menutupi kemungkinan bagi mereka untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk Indonesia. Padahal, dengan sepuluh pemuda yang jumlahnya tidak mencapai ratusan saja, bung Karno yakin dapat mengguncangkan dunia. Kenapa? Karena, bersatunya para pemuda akan memunculkan full power yang sangat dahsyat. Oleh karena itu, pemuda-pemuda yang bersatu dibaratkan sebagai tiang negara. Apabila, salah satu dari mereka keluar dari barisan kesatuan, maka negara ini tidak dapat berdiri dengan kokoh. Keberhasilan pemuda sebagai pemegang peranan terpenting dalam membentuk negara yang berdikari ini perlu kita contoh. Jiwa-jiwa mereka dengan semangat yang berapi-api, serta sikap optimistis perlu ditumbuhkan dalam diri-diri kami.
Tanpa adanya persatuan dan kesatuan para pemuda, negara ini akan tumbang dan tidak memiliki harapan di masa depan. Bagaimana tidak? Jika para pemuda sebagai generasi penerus bangsa saling berselisih karena adanya perbedaan pendapat dan tidak bisa menghargai perbedaan, pasti akan terjadi perpecahan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa harus bersatu membentuk kesatuan untuk kemajuan negeri. Kita harus bisa menerapkan sikap saling toleransi, karena perbedaan pasti selalu ada.
Kewajiban kita sebagai generasi muda adalah mewujudkan makna sumpah pemuda dalam membangun negara serta membenarkan semboyan nenek moyang kita, “Bhinneka Tunggal Ika”. Janji para pemuda di masa dulu, perlu kita ingat kembali. Sebab, isi dari sumpah pemuda mampu mengingatkan kesadaran dan mendobrak semangat anak muda untuk bersatu dan berkontribusi terhadap negara demi perubahan bangsa yang lebih baik.
Wahai para pemuda! Teruslah melakukan perubahan dan bersatulah kalian demi kemajuan peradaban bangsa ini. Kami bangga Indonesia. Jayalah selalu negeriku. wallahua’lam bi al-shawwab.

