Allah telah menciptakan akal manusia dengan sempurna. Hal ini bertujuan agar manusia dapat berfikir secara lebih mendalam terhadap nkmat Allah yang telah diberikan kepadanya sehingga dapat menjadi hamba yang kaffah. Salah satu cara mengasah akal agar dapat berfungsi dengan baik adalah dengan mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Walaupun JJ Roseaou dalam teori naturalisme yang mendekati faham nativisme pernah menyebutkan bahwa pendidikan tidak akan merubah jati diri seseorang dan bahkan pendidikan sesuatu yang dapat merusak daya fikir anak, tetap saja orang banyak sekali orang membelot dari JJ Roseaou dan lebih memillih faham empirisme dan konvergensi.
Menurut Faud Ihsa, pendidikan merupakan upaya yang tepat dilakukan dalam menumbuhkan dan mengembangkan segala potensi yang dibawa sejak lahir, baik potensi jasmani ataupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat dan kebudayaan. Selain itu, menurut John Stuart Mill, pendidikan itu meliputi segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang untuk dirinya atau oorang lain yang bertujuan untuk mendekatkan dia kepada tingkat kesempurnaan.
Beberapa argumen di atas semakin menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi semua kalangan. Namun, pendidikan yang memadai menjadi cobaan besar bagi orang tak berada. Banyak sekali orang pintar namun tidak dapat meneruskan pendidikan ke ranah selanjutnya dikarenakan oleh dana yang tak tahu berada di mana. Hal ini yang mendorong masyarakat kelas rendah untuk berfikir kerdil bahwa pendidikan adalah hak rakyat mapan dan punya segala bukan hak mereka.
Kontruksi pemikiran seperti ini selalu berkembang dari masa ke masa terutama di Negara Indonesia. Di masa pendudukan Belanda, hanya rakyat dari golongan bangsawanlah yang diperbolehkan untuk mengeyam pendidikan dan bekerja. Ironisnya, semakin berkembangnya zaman, pendidikan telah menjadi milik semua rakyat yang telah tertuang dalam Undang-Undang, namun masih banyak saja rakyat tak berada mengabaikan urgensi pendidikan karena memikirkan urusan perut semata.
Pada dasarnya, kemisikinan dapat memperburuk semua aspek. Banyak sekali kasus kejahatan terjadi karena kemiskinan. Pencurian, perampokan bahkan pembunuhan sudah sering terjadi karena faktor kemiskinan. Hal ini terjadi juga karena rendahnya tungkat pendidikan masyarakat. Masyarakat tidak memahami berbagai aspek yang dilarang dalam agama dan negara karena kurangnya asupan pendidikan.
Namun, di balik semua peristiwa yang memilukan terhadap nasib bangsa, terdapat juga berbagai teladan yang harus diikuti anak bangsa dalam meraih cita-cita. Salah satunya adalah Febriyanti Siahaan, mahasiswi UGM asal Batam. Pada awalnya, Febri mengalami kendala dalam hal ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kedua orangtuanya tidak mampu mengampu biaya kuliahnya karena tidak bekerja.
Ayah Febri yang sebelumnya bekerja sebagai satpam perumahan, harus berhenti beberapa tahun lalu dikarenakan sakit. Sementara ibunya yang sempat membuka kios kecil di depan rumah, harus gulung tikar karena sedikit modal yang dimiliki keluarga dan pada akhirnya uangnya habis untuk keperluan sehari-hari. Namun, dengan semangat yang membara Febri memberanikan diri mendaftar jurusan farmasi di UGM dan terpilih sebagai mahasiswa di sana dengan UKT Rp. 0;
Hal ini merupakan bentuk pencapaian luar biasa yang sangat jarang terjadi. Pada awalnya, orang tua Febri tidak mengizinkan Febri untuk kuliah di sana dan mereka berdalih bahwa kuliah hanyalah milik orang yang mampu. Namun, tekad kuat Febri membuat Febri berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengubah takdir hidupnya. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa yang bertujuan untuk keluar dari zona ketidakmampuan.
Pendidikan harus diraih dengan usaha dan semangat yang membara. Tidak sedikit orang kaya yang tidak mau mengeyam pendidikan karena menganggap pendidikan adalah alat untuk memperkaya diri dan mereka menganggaphidup mereka telah dipenuhi oleh harta benda. Membangun kerangka berfikir yang bijaksana mengenai pentingnya pendidikan adalah langkah awal yang bisa kita laksanakan dalam memnumbuhkan semangat dalam meraih cita-cita bangsa yang cerdas dan bersahaja.
Mari kita bangun pemikiran ysng komprehensif agar kita bisa menjadi orang yang mandiri secara intelektual dan finansial. Mandiri secara intelektual bertujuan untuk mempersiapkan menjemput keberhasilan finansial. Selain itu, madiri secara finansial bertujuan untuk memperoleh pendidikan yang bertujuan menjadikan kita insan yang berintelektual. Penengah: pendidikan dapat terwujud bukan hanya dengan harta yang melimpah. Akan tetapi, pendidikan dapat diwujudkan dengan semangat yang membara dan kesadaran jiwa. Harta dan kemauan kunci utama yang tidak bisa kita pisah-pisahkan.

