Kasta bagi agama hindu masih sangat melekat. Kasta berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Portugal (casta) yang berarti keturunan atau suku. Kasta yang dikenal oleh kebanyakan orang hanya ada empat, yaitu;
Yang pertama kasta Brahmana, kasta ini, termasuk kasta tertinggi diantara kasta-kasta lainnya. Yang masuk dalam kasta ini yaitu mereka yang mengabdikan diri pada urusan spiritual dan pendidikan seperti sulingguh, pendeta, guru, dan rohaniawan.
Kasta yang ke dua yaitu kasta Ksatria, yang termasuk dalam kasta ini yaitu orang-orang yang berada dalam sistem kepemerintahan dan pemimpin kerajaan. Seperti para prajurit, raja, dan bangsawan.
Yang ke tiga yaitu kasta Waisya, yang termasuk dalam kasta ini adalah orang-orang yang memiliki harta benda sendiri. Seperti pedagang, petani, nelayan, dan pekerjaan lainnya yang memiliki harta sendiri.
Dan yang terakhir yaitu kasta Sudra, kasta ini termasuk dalam kasta yang paling rendah. Yang termasuk dalam kasta ini yaitu orang-orang yang melayani ketiga kasta di atas atau dapat kita katakan bahwa orang-orang yang masuk klasifikasi kasta Sudra adalah kaum budak.
Orang-orang mengira kasta sudra adalah kasta yang paling rendah, padahal di India terdapat kasta yang berada di bawah kasta sudra, kasta ini dinamakan dengan kasta dalit.
Apa yang dimaksud dengan Kasta Dalit?
Kasta Dalit sendiri berasal dari kata Dalita yang berarti pecah, terbagi, dan berserakan. Namun kaum brahmana di awal periode masehi mengartikan kaum dalit sebagai kaum yang tidak tersentuh/The Untouchable,dan masyarakat umum mengartikan kaum dalit sebagai kaum yang tertindas. Akhir tahun 1880-an kata dalit mulai digunakan oleh seorang aktifis yang bernama Mahatma Jyotiba Phule, untuk menyebut orang-orang buangan orang-orang yang tak tersentuh yang tertindas dan hancur. Kasta Dalit termasuk kasta yang paling rendah bahkan dianggap lebih rendah dari binatang, sampai-sampai kasta ini dianggap tidak ada di sistem kasta. Kasta ini termasuk kasta yang disepelekan, didiskriminasi, dan termasuk kasta yang haram untuk disentuh bagi kasta-kasta yang berada di atasnya.
Di dalam kehidupannya kasta dalit ini benar-benar dipersulit oleh kasta yang lebih tingi di atasnya. Contoh sebagiannya yaitu mengenai Pendidikan, pekerjaan, bahkan soal jodohpun ikut disangkut pautkan. Masyarakat India tidak memperbolehkan menikah selain dengan kaum sesama dalit. Ada sebuah kisah seorang laki-laki suku dalit menikah dengan seorang perempuan suku waisya, dikarenakan mereka tidak mendapatkan restu dari keluarga perempuan, akhirnya merekapun nekat kabur dan menikah. Setelah beberapa tahun menikah dan tinggal di tempat lain, akhirnya merekapun kembali kekampung halaman. Mereka kira warga sudah menerima mereka, tetapi pada kenyataannya mereka malah dihukum rajam sampai mati.
Di sistem kasta yang berada di India ini, mereka tidak memandang agama yang mereka anut, entah itu mereka beragama Hindu, Budha, Kristen, Islam, dan sebagainya. Padahal Islam adalah agama yang damai. Agama Islam juga sudah melarang orang-orang untuk membeda-bedakan, apalagi mengenai kasta. Di agama Islam yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya hanyalah ketakwaannya terhadap Tuhannya.
Larangan untuk saling membedakan kasta terdapat dalam surat Al-Hujurat ayat 13:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن ذَكَرࣲ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَـٰكُمۡ شُعُوبࣰا وَقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوۤا۟ۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِیمٌ خَبِیرࣱ
Artinya:
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”
Maksud dari ayat tersebut yaitu Allah SWT telah menciptakan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berasal dari keturunan yang sama yaitu Hawa dan Adam. Semua manusia diciptakan sama derajat tidak ada perbedaan di antara mereka. Lalu Allah SWT menjadikan mereka bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling menghormati antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Yang paling mulia di sisi Allah SWT yaitu di lihat dari sisi ketakwaannya.
Oleh karena itu kita sebagai umat Islam harus menghilangkan perspektif mengenai kasta tersebut. Adanya sistem kasta yang berada di tengah-tengah masyarakat akan menimbulkan kesenjangan sosial dan tidak adanya keadilan. Sistem kasta ini juga sangat merugikan bagi banyak orang apalagi bagi kasta yang aling rendah. Padahal manusia hidup di dunia berhak mendapatkan keadilan dan kemerdekaan dalam menjalani hidup. Maka dari itu kita harus menjalankan perintah Allah SWT yang menyuruh hambanya untuk menghormati antara manusia satu dengan yang lainnya.

