Lambaian udara pagi ini mengundang cakrawala
Membawa angin sekaligus angan
kabut pekat yang tidak berjelaga itu menjadikan raga tidak lagi ragu
Tentang siapa yang sesungguhnya dirindu
Pulanglah untukku!
Atau aku yang berpulang kepadamu?
Jangan dulu
Aku belum siap, Kekasihku
Masih banyak mimpi yang segera kunyatakan untuk membahagiakanmu
Maafkan aku jikalau sering menomorduakanmu
Padahal engkau selalu menomorsatukanku
Kekasihku, harapku hanya untukmu
Meski rindu ini penuh dengan jelaga
Sedikitpun tidak mengurangi rasaku kepadamu
Rasa itu masih sama
Sejak kontrak priomordial suci itu
Jangan pergi lagi, agar tubuhku tidak makin berkeping-keping
Aku rindu, dan ingin selalu mendekapmu

