Site icon Baladena.ID

Jamur (dan) Santriwati

Nama saya Sakina Billah, Sanja (santri remaja) di Pondok Pesantren Planet Nufo. Sekarang saya kelas X MA. Pada tahun pertama di Planet Nufo, saya menemukan banyak hal yang unik. Salah satu keunikan itu adalah wirausaha. Ada berbagai macam wirausaha di Planet Nufo, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga perdagangan. Wirausaha yang paling memikat hati saya adalah wirausaha jamur janggel jagung.

Wirausaha jamur janggel jagung di Planet Nufo dimulai pada bulan Oktober tahun 2021. Ini merupakan wirausaha baru di Planet Nufo. Sebelumnya sudah ada peternakan domba, kambing, sapi, kelinci, ayam, puyuh, perkebunan pisang, jagung, green house khusus sayur mayur, dan beberapa perniagaan pangan seperti jus buah, donat, sosis bakar, bakso bakar, bahkan ada tambang maggot. Semua wirausaha itu sangat menjanjikan. Meskipun demikian saya tetap jatuh hati pada wirausaha jamur janggel jagung.

Jamur janggel dalam bahasa latin disebut physarum policephalum. Jamur janggel sangat mudah untuk tumbuh. Persiapan memulai usaha jamur janggel juga sangat sederhana. Pertama, pilih bahan baku yang berkualitas. Bahan baku untuk menumbuhkan jamur janggel adalah tongkol jagung. Kedua, siapkan kumbung berbentuk balok berukuran 60 x 8000 cm sebagai tempat penumbuhan jamur. Ketiga, siapkan kerangka setengah lingkaran sebagai penutupnya. Kumbung dilapisi dengan plastic mulsa agar jamur mengalami penguapan yang maksimal dan terhindar dari  hama seperti kecoa, tikus, kambing, dan lain-lain.

Kumbung yang sudah siap harus dipastikan terbebas dari gulma, tujuannya agar meminimalisir pertumbuhan jamur yang hitam. Langkah selanjutnya, kumbung diisi dengan jerami, sebab jerami dan janggel menghasilkan jenis jamur yang sama. Jerami yang sudah diratakan ditimbun dengan tongkol jagung, lalu ditaburi dengan dedak dan urea. Setelah itu tinggal tunggu selama 10-15 hari. Jamur akan tumbuh dengan pesat dan siap dipanen.

Saya dan Tim Jamur Janggel biasa memulai panen pukul 13.00 WIB, karena menyesuakikan kesibukan masing-masing. Jamur yang terlambat dipanen akan menghitam, sehingga kami  memanennya tepat waktu dan menyiramnya setiap sore. Kami juga mencabut jamur-jamur yang sudah menghitam, karena jamur yang menghitam menjadi salah satu penyebab kumbung rusak. Meskipun hanya melakukan perawatan sederhana itu, setiap hari kami bisa memanen sebanyak 3-10 kg jamur. Harga setiap kilo sangat ekonomis, yaitu Rp. 30.000,-. Itulah mengapa saya sangat senang belajar di Planet Nufo, karena sejak dini saya sudah dilatih untuk mandiri secara finansial dan intelektual.

Oleh: Sakina Billah, Sekretaris Himpunan Pelajar Jawa Tengah, Santriwati Ponpes Planet Nufo Rembang, Siswa kelas X MA Darul Huda Rembang

Exit mobile version