Site icon Baladena.ID

Inilah Kompetensi Pemuda untuk Menghadapi Resesi 2023

Source Finansial Bisnis

Ancaman ekonomi di tahun yang akan datang tak lain tak bukan yakni seputar resesi ekonomi yang berakibat adanya krisis moneter.  Dikutip dari buku Ekonomi Moneter krisis moneter adalah nilai tukar mata uang yang tidak bisa dikendalikan, sehingga dapat membuat harga barang naik. Hal tersebut membuat investor asing menjual aset yang dimilikinya di Indonesia ini dan membuat potensi investasi Indonesia ini langsung merosot tajam.

Dalam laman resmi Otoritas Jasa Keuangan juga menjelaskan , secara umum resesi ekonomi dapat dimaknai sebagai suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara mengalami penurunan berdasarkan dari produk domestik bruto (PDB), jumlah pengangguran, maupun pertumbuhan ekonomi yang bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut. Hal tersebut bukan hanya akan dirasakan oleh negara kita ini, hal tersebut dijelaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayanti bahwa ekonomi global kini sedang tidak baik-baik saja. Banyak data-data yang dimuat akan ngerinya fenomena yang terjadi ditahun yang akan datang ini terlebih 2023 sudah menyambut kita dengan meninggalkan sisa satu bulan di bulan ini.

Penurunan inflasi dirasakan dimana-mana, mulai dari komoditas ekspor bahkan sampai pangan. Harga pangan akan meningkat dengan perkiraan 5 sampai 7%. Adapun dari komoditas salah satunya batu bara  prediksi Fitch Solutions harga batu bara juga turun mulai tahun depan, dari rerata estimasi tahun ini US$320 per ton, menjadi anjlok ke US$280 pada 2023 dan US$250 pada 2024.

Presiden RI Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi dalam pidato pembukaan KTT G20 lalu di Bali mengatakan “bahwasanya dunia saat ini tengah mengalami tantangan luar biasa, krisis demi krisis terjadi. Dengan dampak beragam mulai dari krisis ketahanan pangan, energi, dan keuangan yang dirasakan dunia terutama negara berkembang.

Lalu apakah andil kita sebagai pemuda dalam resesi 2023 mendatang? Dengan disuguhkan runtutan ancaman yang kini menghantui kita, sebagai pemuda sudah harus sewajarnya membuat gebrakan atau sosialisasi pertahanan pada 2023 kelak. Berbagai langkah yang dapat pemuda sebagai tonggak bangsa.

Tidak panik, karena nyatanya sebagai pemuda harus berfikir dengan untuk memperoleh jalan tengah dan untuk bisa bertahan dan mengupayakan krisis moneter yang ada.

Investasi, investasi yang perlu dicoba adalah investasi dengan profil risiko agresif maupun investasi dengan profil risiko sedang investor yang bisa dicoba tersebut dapat diakumulasikan bertahap dengan reksadana.

Adapun investasi yang dapat dicoba adalah investasi sektor pertanian, karena Presiden Jokowi dalam KTT G20 di Bali juga menyebutkan bahwa yang harus dipertahankan adalah pupuk yang artinya berkaitan dengan pertanian juga.

Mencoba terjun sebagai UMKM, pasti dibenak kalian malah bertanya-tanya, Krisis ekonomi mengapa terjun sebagai UMKM. Jika dilihat dari kacamata yang berbeda, UMKM tidak bergantung pada nilai dollar AS, kemudian UMKM ini bergerak pada bidang barang, produk, maupun jasa yang kebutuhannya dikembalikan lagi kepada masyarakat itu sendiri khususnya Indonesia, lalu alasan lain karena UMKM untuk modal atau sumber daya, tenaga kerja, serta peralatannya memanfaatkan sumberdaya lokal, berikutnya karena pelaku UMKM untuk mendasari atau memutar usahanya menggunakan dana pribadi.

Mengalokasikan pengeluaran seminimal mungkin, mengalokasikan disini berarti bahwa bertransaksi secukupnya dan seperlunya untuk menekan keuangan yang kita simpan, karena jika uang yang sudah keluarkan nantinya akan sulit kira raih sebab nilai uang yang menurun, secara lebih ringkasnya kita harus mengehemat.

Alangkah bijaknya dalam mengolah pengeluaran bahkan memaksimalkan pemasukan yang ada nantinya pada 2023 yang hanya menghitung bulan. Bagaimana sudah siap ditahun yang akan datang dengan dihantui berita krisis ekonomi dimana-mana?

Oleh Asti Fanani, Mahasiswa UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

 

Exit mobile version