Oleh: Rastiana Alfaaghiyatul Arsy, Mahasiswa KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang kelompok 26
Keberlangsungan hidup manusia tergantung kepada alam. Semakin menipis hutan penghasil oksigen, maka kehidupan akan semakin tidak normal. Banyak orang kemudian menggencarkan penanaman pohon atau go green. Tapi mereka lupa akar masalah dari semuanya yakni penebangan secara liar dan sampah yang berserakan dimana mana. Sebagai upaya pencegahan kepunahan hidup satwa, maka hutan mesti dikembalikan sebagaimana habitat asli dari satwa.
Tuhan telah memberikan kepada kita alam untuk dimanfaatkan. Kata memanfaatkan disini berarti mengambil manfaat dari yang telah disediakan. Namun banyak yang keliru soal ini. Yang terjadi adalah pengambilan secara membabi buta yang setelah diambil, selesai dan tak bisa lagi dimanfaatkan. Harusnya, proses pemanfaatan itu adalah mengambil sedikit dan menyisakan untuk dapat diambil manfaat secara berkelanjutan.
Perlu kita sadari bahwa alam tidak selamanya renewable. Bahkan seperti air pun, yang bisa dimanfaatkan tidak 100 persen. Padahal air disebutkan sebagai sumber daya yang tidak ada habisnya. Kemudian bahan bakar, tekhnologi semakin canggih namun tak ada satupun yang dapat membuat bahan bakar alami.
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh tangan tangan jahil tak bertanggungjawab. Sehingga perlunya pencegahan seperti menggencarkan edukasi terkait bahaya mencemari lingkungan. Di tahap yang lebih tinggi, pabrik pabrik lah yang menjadi masalah dari semuanya. Limbah limbah air dan udara berbahaya bagi kesehatan baik manusia, hewan, ataupun tanaman. Dalam kasus ini, pemerintahlah yang harusnya memiliki andil dalam penegakan hukum terhadap oknum pabrik yang mencemari lingkungan.
Kesehatan adalah hal penting bagi kelangsungan hidup manusia. Manusia rata rata ingin berumur panjang karena ingin melihat anak dan cucunya. Cara agar tetap sehat adalah dengan go green. Yakni menanam tumbuh tumbuhan atau pohon agar semakin meningkatkan produksi oksigen. Tumbuh tumbuhan juga baik untuk kesehatan. Banyak kandungan gizi yang bisa dimanfaatkan manusia dari tanaman.
Berbagai alasan telah dipaparkan terkait kenapa mesti go green. Terakhir, go green sangat didukung oleh semua agama. Agama agama mengajarkan kebaikan terhadap manusia dan lingkungan. Tidak ada ajaran yang menyiratkan untuk memberangus alam. Dengan demikian, mestinya kita tunduk dan patuh pada ajaran Tuhan. Salah satunya dengan tetap menjaga keseimbangan alam semesta. Ayo go green.

