Ibu…
kau tau,
Tanahmu tanah surga
Lautmu laut mutiara
Gunung-gunung terpaku rapih
Pohon-pohon gagah berdiri
Daunnya melambai
Menyapa alam semesta
Kata nenekku
Kini, ibu telah berubah
Sejak bedebah makin banyak
Sejak tikus-tikus kota sering keluyuran
Tiap pagi, matahari terlambat datang
Mungkin, gedung-gedung itu penyebabnya
Tiap siang, panas neraka datang
Mungkin, pabrik-pabrik itu pemanasnya
Mungkin
Kata Nenek,
aku hidup untuk mati
Aku ada untuk nanti
Aku cinta setulus hati
Tapi aku sering “ditelanjangi”
Terusnya padaku
Katakanlah, Nak
Pada mereka
Yang sedang bersantai ria
Hei, jangan ngopi terus
Nenek sudah kurus dan tirus
Nenek butuh sagu
Cukup sesuap saja
Kalian butuh budak kan?
Ibu,
Ibu, apa kau mendengarku?
Oleh: I.Madjid (Pemuda, Hanya Manusia Biasa)

