Site icon Baladena.ID

Ibadah Puasa, Sarana Meningkatkan Takwa

Nikmat yang sangat besar bagi seseorang muslim adalah ketika Allah memberikan kesempatan bertemu dengan bulan Penuh Ampunan, dan kerahmatan yaitu bulan Ramadhan. Sebagaimana hal ini disampaikan melalui perakataan Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin ”Bahwa bulan Ramadhan adalan puasa seperempat keimanan”.

Kemudian, pesan tersebut dikuatkan oleh hadits,”Puasa adalah setengah kesabaran”( HR.Tirmidzi). Penjelasan Al- Ghazali lebih jauh mengenai puasa Ramadhan adalah puasa yang memiliki keistimewaan dari ibadah Lain-Nya yaitu kerahasiaan antara hamba dengan Tuhanya, tidak seorang pun yang mengetahui bahwa Kelangsungan puasanya. Karena itu puasa merupakan ibadah yang secara langsung berhubungan antara seoarang hamba kepada Allah swt.

Dalah hadis Rasulullah saw menjelaskan bahwa “Setiap perbuatan baik yang dilakukan manusia akan mendapatkan pahala sepuluh hingga tujuh ratus kalilupat, kecuali puasa. Sebab sesungguhnya puasa itu hanya bagi-Ku, dan Aku-lah yang akan menentukan balasanya,”(HR.Bukhari).

Maka, puasa Ramadhan ibadah yang istimewa. Karena istimewanya, bahkan Allah merahasiakan kemulian yang didalamnya, yang pasti Allah akan memberikan ganjaran bagi umat yang menjalankan amal kebaikan. Hal ditegaskan dalam firman Allah Swt.

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

“Dikatakan kepada mereka; Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari hari yang telah lalu”.(QS. Al-Haqqah: 24)

Syeikh Muhammad bin Muhammad bin shalih Asy-Syawi menjelaskan bahwa maksud ayat tersebut balasan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang lalu,” yaitu amal amal shalih yang kamu kerjakan dan amal amal buruk yang kamu tinggalkan seperti ibadah wajib, sholat, puasa, dan haji, atau amalan Sunnah kamu lupakan seperti berdzikir, sedekah, menahan amarah dan menjaga nafsu, sebab amalan inilah nantinya bakal menjadi penolong kamu masuk surga, menjadi unsur kenikmatan, dan meninggalkan amal amal buruk.

Secara ruhiyah puasa Ramadhan mendatangkan keuntungan langsung bagi ruh manusia.                                                                                            Pertama adalah kesabaran. “ puasa itu mencegah dan menahan diri dengan bersabar dari hal hal yang membatalkan,: ujar Al –Ghazali. Menahan amarah amatlah sulit bagi manusia,oleh karenanya sangatlah sulit. Maka Allah hadirkan bulan puasa ini sebagai wadah untuk melatih emosi, sehingga dapat menjadi pribadi yang tenang, dan sabar.

Kedua, Puasa membebaskan manusia dari musuh musuh jiwa, seperti setan dan hawa nafsu. Hal ini sebabkan setan selalu menggoda manusia untuk menyesatkan. Diterangkan melalui sabda nabi:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ
 Ketika masuk bulan Ramadhan maka syaitan syaitan dibelnggu, pintu pintu surge dibuka, dan pintu neraka ditutup,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Ghazali menjelaskan bahwa ketika manusia mampu mengendalikan hawa nafsu, maka itu sama dengan menghambat dan mempersempit jalan setan. Maka, perlu mengucapkan Alhamdulillah, karena Allah masih memberikan umur panjang pada umat manusia, kesempatan inllah yang harusnya dipergunakan dengan sebaiknya, menjadikan puasa tahun ini sebagai ibadah yang bernilai. Sehingga masunia akan termasuk orang yang sebaik mahluk.sebagaimana termaktub dalam firman allah

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ

sesungguhnya orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaikbaik makhluk. (Qs. Al bayyinah; 7)

Maka dari itu, pada momentum bulan Ramadhan ini kita jadikan Ibadah puasa sebagai pembiasaan, dengan mengerjakan amalan amalan yang disediakan Allah, dan menjauhi hal hal yang dapat merusaka nilai kualitas puasa, dengan tidak berbicara kecuali yang penting dan tidak melakukan apapun kecuali dengan iman dan taqwa kita sendiri..Wallohu’alam bisshoaf

Oleh: Fahmi Akbaril Khuluq, Mahasantri Ponpes Bina Insani

Exit mobile version