Dalam kesempatan tertentu ungkapan sebagaimana di dalam judul Hikmah Jumat kali ini sering terdengar di sebagian masyarakat muslim. Jika diterjemahkan secara bebas ungkapan di atas maksudnya kurang lebih demikian, untuk niat/maksud kita yang baik (kita wasilahi) dengan surat al-Fatihah. Lalu bagaimana maksud, tujuan atau niat yang diwasilahi dengan bacaan surat al-Fatihah itu, dan mengapa harus surat al-Fatihah. Hal-hal ini yang akan dibahas dalam kesempatan kali ini.
Para ulama menjelaskan bahwa di antara ayat dan surat di dalam al-Qur’an itu mengandung keistimewaannya masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya. Ada banyak istilah yang digunakan untuk keistimewaan ayat-surat dalam al-Qur’an ini. Di antaranya ada yang menyebutnya dengan khashaish/khawaash al-qur’an atau keistimewaan (ayat-ayat) al-Qur’an. Ada pula fadhaa’il al-Qur’an atau keutamaan-keutamaan (ayat-surat) al-Qur’an ada juga yang menyebut dengan asraar al-Qur’an atau keistimewaan-yang tersimpan/rahasia yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an.
Nah, salah satu surat yang mengandung keistimewaan adalah surat al-Fatihah. Banyak riwayat menjelaskan hal itu, beberapa di antaranya sebagaimana dikutip oleh Imam as-Suyuthi, dalam karyanya al-Ithqan fi Uluum al-Qur’an, berikut ini.
فاتحة الكتاب داء من كل شيئ إلا السام والسام الموت
Surat al-Fatihah itu adalah obat dari segala hal kecuali as-saam, dan yang dimaksud as-saam itu adalah kematian.
إذا وضعت جنبك على الفراش وقرأت فاتحة الكتاب وقل هو الله احد فقد أمنت من كل شيئ إلا الموت
Ketika kamu sudah berbaring di atas tempat tidur lalu kamu membaca surat al-Fatihah dan qul huwallaahu ahad, maka sungguh kamu akan aman dari segala hal kecuali kematian.
Saking banyaknya keistimewaan dan rahasia yang terkandung di dalamnya setidaknya ada 30 nama yang disematkan pada surat al-Fatihah tersebut. Banyaknya nama yang disematkan itu justru menunujukkan keagungan yang dinamai, demikian dijelaskan dalam Khaziinatul Asraar.
وهى ثلاثون إسما فإن كثرة الأسماء دالة على شرف المسمى
Surat al-Fatihah itu memiliki 30 nama. Hla, banyaknya nama itu menunjukkan kemuliaan yang dinamai.
Diantara ketiga puluh nama itu antara lain surat ad-du’aa’ atau surat ath-thalab surat yang berisi doa dan permohonan untuk mendapatkan sesuatu. Selain itu juga disebut dengan surat al-munaajaat, karena dengan surat tersebut seseorang dalam shalatnya bermunajat kepada Allah. Munajat itu secara harfiah artinya berbisik. Bermunajat kepada Allah artinya berbicara, bercakap dan berdoa memohon kepada Allah. Selain itu disebut pula sebagai A’dhamu suurat fi al-Qur’an, atau seagung-agungnya surat di dalam al-Qur’an.
Nah, lalu bagaimana hubungannya degan judul di atas. Sebelum ke situ, ada baiknya diketengahkan terlebih dahulu bagaimana para ulama menjelaskan posisi surat al-Fatihah ini hubungannya dengan doa dan permohonan kita kepada Allah. Masih di dalam Khaziinatul Asraar karya Sayyid Muhammad Haqqiy an-Naziliy, dikutip beberapa penjelasan ulama menghenai hal itu, dintaranya ada yang berupa bait-bait syair. Kutipan potongan bait berikut ini disandarkan kepada Sayyidina Ali Karomallahu Wajhah.
إذا ما كنت ملتمسا لرزق # ونجح القصد من عبد وحر
Ketika Anda sedang mencari rezeki dan ingin sukses baik yang berhubungan dengan orang merdeka ataupun hamba sahaya
وتظفر بالذي ترجو سريعا # وتأمن من مخالفة وعذر
Dan Anda ingin memperoleh hal-hal yang Anda harapkan dengan cepat, serta terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan dan juga terhindar dari udzur
ففاتحة الكتاب فإن فيها لما أملت سرا أى سر
Maka (jawabannya adalah) surat al-Fatihah, karena di dalamnya ada sesuatu yang Anda cita-citakan secara tersembunyi
فلازم درسها فى كل وقت بصبح وظهر وعصر
Maka terus-meneruslah atau konsistenlah untuk mendarasnya di setiap saat, baik di waktu subuh/pagi, dhuhur/siang maupun ashar/sore
Sementara itu yang disandarkan kepada Imam al-Ghazali, sebagaimana kutipan berikut.
بفاتحة الكتاب تنال سرا # وعزا شامخا طول الليالي
Dengan al-Fatihah Anda akan mendapatkan hal yang istimewa, keluhuran dan ketinggian (derajat) sepanjang malam
ووردا في قلوب الناس يبقى # وعظم مهابة وصلاح حال
Dan simpati akan selalu bersemayam dilubuk hati para manusia, juga akan mendapatkan keagungan wibawa, dan akan berada pada situasi-keadaan yang baik
فرتب درسها في كل ليل # على طهر من الاصوات خالي
Maka rutinlah dalam *mendarasnya* di setiap malam, atas kesucian yang sepi dari berbagai suara
تنل ماشئت من دنياك سهلا # ويرخص عند ذلك كل غالي
Maka Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan dalam urusan duniamu dengan mudah, dan dalam keadaan demikian itu setiap hal yang mahalpun akan menjadi murah.
Kutipan lainnya, masih berkenaan dengan al-Fatihah ini adalah sebagai berikut.
إذا شئت أن تضحى غنيا # وعنك الفقر والقليل يذهب
Jika Anda ingin menjadi kaya, kefakiran hilang dari diri Anda, dan kekurangan hengkang dari diri Anda
ففاتحة الكتاب لا تدعها # فمن أسرارها ما منه تعجب
Maka jangan tinggalkan surat al-Fatihah, maka sebagian dari rahasia keistimewaannya, adalah sesuatu yang akan membuat Anda menjadi takjub
فلا تترك تلاوته بليل # فأسباب الأمور بها تسبب
Karena itu jangan tinggalkan membaca surat al-Fatihah di malam hari, karena surat al-Fatihan itu akan menjadi sebab bagi terjadinya sesuatu hal.
Dari potongan bait-bait di atas tampak bahwa para ulama menempatkan surat al-Fatihah bisa menjadi wasilah bagi tercapainya maksud tertentu. Selain itu juga menjadi wasilah agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Hla judul di atas tampaknya ada benang merahnya dengan apa yang diyakini oleh para ulama tersebut. Yakni menjadikan surat al-Fatihah sebagai wasilah bagi tercapainya maksud atau tujuan yang baik. Hanya saja ungakapan seperti dalam judul itu, tampaknya ada modifikasi agar simpel dan mudah dilaksanakan.
Yang menjadi soal adalah memang apa yang dinyatakan di dalam judul itu jika ditelusuri sampai kepada Rasulullah, tampaknya tidak pernah akan ditemukan riwayatnya. Oleh karena itu bagi yang meyakini bahwa hal-hal semacam itu harus berdasar pada sunnah Rasulullah, sebaiknya hal itu diabaikan saja. Sementara itu bagi yang meyakini bahwa hal itu benar adanya dan mujarrab, oleh para ulama terdahulu, ya diamalkan dengan penuh keyakinan.
Demikain Hikmah Jum’at kali ini. Semoga bermanfaat dan Allah senantiasa memudahkan segala urusan kebaikan kita dan menghindarkan diri kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Billaahi fii sabiilil Haq.
Oleh: Achmad Maimun

