Site icon Baladena.ID

Hati-Hati dengan Daging Kambing!

Kambing merupakan salah satu hewan kurban yang disembelih saat Hari Raya Idul Adha. Daging kambing termasuk kedalam golongan daging merah. Dilihat dari segi nutrisi, kambing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Meskipun bermanfaat bagi tubuh, kita tetap harus mengonsumsi sesuai ala kadarnya saja.

Pada Hari Raya Idul Adha, masyarakat akan berlomba-lomba memasak daging kurban dengan berbagai macam bentuk menu makanan. Meski daging kambing kalah pamor dengan daging sapi, tetapi kambing masih memiliki ciri khas utama yaitu dibuat dalam bentuk sate kambing.

Manfaat yang terkandung dalam daging kambing memang banyak, tetapi banyak orang yang mengabaikan bahaya yang seringkali bertolak belakang dengan manfaatnya. Oleh karena itu, jangan berlebihan dalam mengonsumsi daging kambing. Sebab sesuatu yang berlebih pasti tidak baik, sehingga bukan membuat sehat, tetapi memicu munculnya berbagai macam penyakit.

Allah SWT berfirman dalam Q.S al-Maidah: 77,

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوْٓا اَهْوَاۤءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوْا مِنْ قَبْلُ وَاَضَلُّوْا كَثِيْرًا وَّضَلُّوْا عَنْ سَوَاۤءِ السَّبِيْلِ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus”. (al-Maidah: 77)

Kandungan gizi yang terdapat dalam daging merah yaitu protein, zat besi, kalium, kalsium, dan lain-lain. Dengan berbagai macam nutrisi yang terkandung didalamnya, kita harus tetap memperhatikan kapasitas/ kebutuhan zat gizi tertentu yang harus kita asup, agar tidak terjadi malnutrisi (kekurangan nutrisi).

Tidak semua manusia bisa mengonsumsi daging kambing dengan bebas, sebab terdapat beberapa penderita penyakit tertentu yang benar-benar harus membatasi konsumsi daging kambing, seperti penderita hipertensi, penderita kanker, dan lain-lain.

Dokter spesialis gizi, Samuel Oetoro menyarankan agar kita tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan, terutama daging kambing. Daging kambing mampu memberikan efek termogenik yang menghasilkan panas dari metabolisme bahan pangan dalam tubuh. Efek termogenik yang terkandung dalam daging kambing juga lebih tinggi daripada daging merah yang lain.

Efek-efek yang terdapat dalam daging kambing sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi batas kebutuhan. Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan oleh orang yang berkondisi normal, maka bisa didampingi dengan lalapan seperti ketimun. Hal ini karena ketimun mengandung serat yang dapat menyerap sebagian makanan yang dikonsumsi.

Akan tetapi akan lebih baik, jika sebelum makan daging kambing kita mengonsumsi sayuran atau buah-buahan. Namun, kebanyakan orang Indonesia melakukannya setelah makan daging kambing, sehingga mampu memicu munculnya berbagai macam masalah kesehatan.

 

Wallahu A’lam bii al-Shawaab.

Oleh: Erina Febri, Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan, UIN Walisongo Semarang

Exit mobile version