Rindu, pulanglah
Jangan tersesat, hati yang mencintamu telah menunggu
Tidak enak rasanya terbelenggu rindu
Ketahuilah, rindu bukan hanya milikmu
Pejamlah, lihat yang lesat dari mataku
Akan kau temukan mata yang mengadu
Mata yang hanya menemukan dirimu
Apapun yang ia lihat merupa dirimu
Coba dengarkan deritan suara kereta malam itu
Lalu perlahan hirup udara cinta di sekelilingmu
Tidakkah kamu ingat sesuatu tentangku?
Nafasku memburu, teringat lakumu
Saat aku terbaring lemah di sini
Kau ayunkan sesuap kasih
Yang dengan sekejap mengilangkan lapar dan dahagaku
Semua meluncur syahdu
Membilang detik-detik hampa
Mengukur waktu kian berdebu
Masih dengan rasa yang sama
Melambai asa
Menitipkannya lewat angin doa
Hari-hari tanpamu
Separuh jiwaku lepas
Memburumu kian kemari
Hari ini tidak hanya harimu
Tapi juga hariku
Hari mengenang yang telah berlalu
Hari memproklamasikan rindu
Matahari, 11 Juli 2020

