Politisi senior nan handal, pemimpin Kahmi Jaya, sekaligus pendiri Gerindra Jakarta, yakni Muhammad Taufik dipecat oleh “para juniornya” dari MPP DPP Gerindra.
Lucunya, M. Taufik dicopot dari keanggotaan partai salah satu alasan utamanya karena dianggap tidak loyal kepada partai yang berlambang garuda itu.
Muncul sebuah pertanyaan mendasar: Kurang loyal apa M. Taufik? Apakah ada yang bisa mengalahkan atau lebih jago dari M. Taufik dalam menguasai mendapatkan kursi di Jakarta selama ini? Entahlah!
Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf. Kita yakin bahwa M. Taufik adalah pemimpin yang menjalankan tugas dengan baik dan sedail-adilnya. Dan ingat! Orang yang semena-mena akan dijauhi oleh orang-orang yang memegang teguh pada kebenaran.
Kualat yang mecat Taufik! Torehan dua periode atau 10 tahun lagi, kepemimpinan M. Taufik takkan terkalahkan! Kita tunggu, kita buktikan!
Kalau hanya mendoakan Anies, Ariza dan lainnya dalam berpolitik, semua didoakan oleh Bang Taufik. Tentu yang demikian wajar-wajar saja, bukan?
Langkah M. Taufik mendoakan tokoh politik tertentu merupakan salah satu konsekuensi logis sebagai pucuk pimpinan Kahmi Jaya, yang di dalamnya terdapat banyak tokoh lintas politik, agama dan lain sebagainya. Toh hal itu diucapkan dalam acara internal Kahmi.
M. Taufik bukanlah kader partai yang baru saja bergabung dan ikut-ikutan membesarkan partai. M. Taufik, sekali lagi, adalah tokoh senior dan salah satu orang yang paling besar kontribusinya dalam membesarkan partai, khususnya di lingkkup Ibukota Jakarta.
Sebagai sosok tokoh politik nasional, Bang Taufik selalu menjadi penyayom. Oleh karena itu, kita selalu bersama Bang Taufik! Merdeka!
By Mulhandy, Ketum Pergerakan Nusantara Sejahtera.

