Kudus, 26-27 Juli 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus bersama masyarakat Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, melaksanakan kegiatan GEBERSIH (Gerakan Bersih Sungai) sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana banjir.
Desa Kutuk memiliki karakteristik geografis unik karena diapit oleh tiga sungai besar. Kondisi ini memberikan potensi irigasi dan sumber daya air yang melimpah, namun juga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir.
Permasalahan yang dihadapi meliputi pencemaran akibat sampah dan limbah, pendangkalan aliran sungai, serta penurunan kualitas air yang berdampak pada kesehatan warga.
Kegiatan ini dilaksanakan di sekitaran Sungai Juwana Desa Kutuk pada 26-27 Juli 2025 dengan melibatkan 35 warga desa dan 15 mahasiswa KKN.
Gotong royong membersihkan sungai dilakukan secara serentak, meliputi penebangan pohon pisang liar, pengangkatan sampah plastik, ranting, dan material lain yang menghambat aliran air.
Dengan anggaran sebesar Rp300.000 yang berasal dari swadaya mahasiswa, kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme.
Menurut Andhini Musbikhus Su’afah, penanggung jawab kegiatan, aksi ini tidak hanya bertujuan mengurangi potensi banjir, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.
Dukungan penuh dari perangkat desa dan partisipasi warga menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih sangat kuat di Desa Kutuk.
Sementara itu, Muhammad Makhrus, selaku Koordinator Desa, menyampaikan bahwa sinergi dengan perangkat desa merupakan kunci keberhasilan kegiatan lingkungan.
“Ketika mahasiswa KKN dan masyarakat bersatu, serta mendapat dukungan penuh dari perangkat desa, setiap program kerja akan lebih terarah dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.
Warga menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. “Sungai kita jadi lebih bersih dan alirannya lancar. Semoga semua warga semakin peduli lingkungan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Kegiatan Gerakan kebersihan di Desa Kutuk menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif bagi lingkungan dan kehidupan bersama.

