Kala hati tak mampu menuai isi
Kala air mata enggan lagi meratapi
Kala diri mulai tak bias dengan sepi
Lantas, kemana lagi Bintang harus pergi?
Sorai, gaungan, berisik nian
Lama ragunya dirunyam gamangan
Lisan mereka, bak hujan tak kunjung bungkam
Lantas, masih kuatkah Bintang dibual temaram?
Kulihat, engkau kalut dan kesusahan
Terus bertahan, pada tong kosong yang bersikeras
Mendengar celoteh pelik mereka, tak karuan
Semampai ragamu, mengukir emosi yang memelas
Sebagaimana sang pengerat bekerja
Mustahil mandiri, buruk segala hasut mereka
Propaganda picik, terlontar dari mulut busuknya
Berharap sukses, tak peduli pada prospek tanggung jawabnya
Terbiasa, terlatih berlaku jahat
Berlindung pada dukungan minoritas sepakat
Abai, acuh tak acuh dengan tekanan rakyat
Karena yang terpenting, berhasil lah langkah si keparat
Bintang, berpegang teguhlah dengan kuat
Hasut dan guguannya, tak usah kau pedulikan
Biarkan sang pengerat itu mandiri, walau sekarat
Pun epilognya, semua problema kan dipertimbangkan
Oleh: Aletheia Raushan Fikra Ukma, Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang Rembang, Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Planet Nufo

