Pesantren-Sekolah Alam Nurul Furqon atau yang lebih dikenal dengan Planet NUFO, Mlagen, Pamotan, Rembang, makin banyak melakukan kerjasama dan sinergi dengan lembaga pendidikan lain dalam rangka menguatkan basis penguasaan sains dan teknologi. Setelah IPB University, Bogor dan Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Surabaya, kini dengan LPPM Universitas Semarang (USM). Beberapa dosen dan bahkan di antaranya guru besar melakukan pengabdian masyarakat di lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh Dr. Mohammad Nasih, M.Si..
Dalam acara pembukaan yang dimeriahkan oleh grup band BENEFIT Planet NUFO, Abah Nasih yang juga dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta kembali menegaskan visi reintegrasi saintek ke dalam Islam. Mengundang para ilmuan alam ke Planet NUFO adalah salah satu cara yang efektif dan sangat efisien. Para santri-murid dan juga ustadz/ah siap belajar dengan semangat untuk memahami korelasi antara ayat qawliyah dengan ayat kawniyah. “Ayat itu artinya tanda, dan alam juga bermakna tanda, bahkan sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi alamat. Keduanya adalah tanda dari Allah. Maka kita harus memahami tanda yang ada di universe ini sampai kita tahu bahwa al-Qur’an ini memang benar-benar kebenaran dari Allah.”
Prof. Dr. Ir. Muji Astuti Handayani, M.T., Ketua LPPM USM menyatakan kesiapannya untuk melakukan sinergi dengan Planet NUFO, agar menjadi lembaga pendidikan Islam yang memiliki pikiran terbuka kepada sains dan teknologi. “Kami akan melanjutkan program ini, dengan mengirimkan mahasiswa dan dosen terutama dari fakultas-fakultas yang sesuai dengan kebutuhan di sini”.
Setelah acara pembukaan, acara pengabdian langsung dilaksanakan. Ir. Bambang Tutuko, M.M., M.T. bersama puluhan santri murid Planet NUFO membuat biopori. Para santri-murid diberi pengetahuan dan penyadaran bahwa untuk membuat lingkungan yang lebih baik, lebih subur, dan mampu menampung banyak air, biopori sangat diperlukan. Ada puluhan titik biopori yang dibuat di lingkungan Planet NUFO yang semakin luas.
Bersama Dr. Ir. Rohadi, M.P. melatih puluhan santri murid lainnya membuat mie dari berbagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar Planet NUFO. Bertempat di dapur I Planet NUFO, pelatihan berlangsung sangat meriah dan membuat para santri makin semangat untuk membangun wirausaha. “Kami memang bertekad untuk mengembangkan bisnis makanan dan minuman. Nah, dengan kemampuan membuat mie ini, kami akan memiliki usaha baru”, kata Kepala SMP Alam Planet NUFO, Ustadz Abdul Rozaq.
Selain kedua tim tersebut, masih ada puluhan santri-murid lainnya yang diberi wawasan tentang bakat dan minat oleh Dr. MM. Sinta Pratiwi, S.Psi., M.A. di ruang serbaguna. Para santri-murid diberi perspektif tentang pentingnya mempertemukan antara bakat dan minat mereka, agar usaha-usaha yang mereka lakukan menjadi optimal. Untuk mereka harus terlebih dahulu mengenali diri mereka sendiri, lalu menentukan aktivitas atau usaha apa yang akan mereka pilih. Dengan demikian, mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang selalu bersemangat. Tak pernah bosan melakukan apa pun yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan masyarakat.

