Tidak lama lagi kita akan segera memasuki bulan Ramdhan. Tinggal hitungan hari, bulan yang mulia itu akan segera menyapa kita. Ia bagaikan tamu agung yang membawa berbagai kebaikan dan keberkahan, menjanjikan rahmat dan ampunan. Pahala akan dilipat-gandakan. Doa dan munajat dikabulkan. Dosa-dosa akan dihapuskan. Dan segala segenap keutamaan lain yang dijanjikan. Tida ketinggalan, di dalamnya juga terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Mungkin itulah yang terlintas dalam pikiran kita ketika berbicara perihal Ramadhan. Banyaknya keutamaan yang terkandung di dalamnya, menjadikan setiap mukmin selalu merindukannya. Kerinduan itu diungkapkan oleh para salafus shalih dengan cara senantiasa memohon agar Allah mempertemukannya dengan bulan tersebut. Bahkan jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan, enam bulan sebelumnya, mereka sudah memohon dan melazimi do’a tersebut.
Salah satu di antara doa tersebut adalah riwayat yang bersumber dari Yahya bin Abi Katsir. Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif,Ibnu Rajab menyebutkan bahwa sebelum memasuki bulan Ramadhan, Yahya bin Katsir senantiasa memohon kepada Allah ta’ala dengan doa berikut ini:
اللّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلىَ رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُقَبَّلاً
“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan, sampaikanlah bulan Ramadhan kepada kami, dan terimalah amalan-amalan kami.” (Lihat: Lathaif Al-Ma’arif, Hal: 158)

