Tulisan ini berisikan banyak semoga yang kutitipkan pada Tuhan kita. Aku merangkainya dengan penuh kesadaran sekaligus pengharapan yang panjang. Kalau sekiranya kamu ada waktu luang, semoga kamu masih berkenan untuk membaca apa yang aku tuliskan. Mungkin tidak seindah tulisannya, tak sesempurna tulisan-tulisanmu yang selalu panjang dan mengena di qalbu. Semoga suara hatiku bisa mengetuk pintu hatimu meski dengan suara yang lirih.
Andai bisa, aku ingin terus hidup denganmu lebih dari selamanya. Tap ternyata permintaanku harus kalah oleh takdirku, aku ingin mengganti semogaku. Semoga ada atau tidaknya aku hidupmu akan tetap dipeluk banyak kebaikan dan kebahagiaan. Kamu dipertemukan dengan orang-orang yang mampu membawamu dari remang-remangnya jalan yang sempat membuatmu kebingungan apa yang harus dilakukan, langkah seperti apa yang harus dilakukan setelah satu kewajibanmu tuntas menuju jalan yang terang dan penuh bintang di sepanjang jalan. Kamu menjadi lebih bersinar dari jutaan bintang yang pernah aku temui.
Sungguh tidak ada yang lebih aku inginkan selain melihatmu dalam keadaan sehat dan senang. Meskipun suatu hari nanti aku harus menyaksikan dari kejauhan secara diam-diam. Aku mencintaimu seluas lautan meski aku tahu bahwa kelak kamu akan luruh dalam genggaman. Aku mencintaimu dengan penuh keikhlasan dan keridhoan meski bukan aku yang kamu jadikan masa depan. Aku ingin terus melihatmu tertawa lepas meski hubungan kita telah kandas. Aku ingin mencintaimu sebanyak garam di lautan yang selalu asin meski kita sudah asing. Aku ingin melihatmu berhasil mewujudkan mimpimu meski bukan aku yang menggandeng tanganmu.
Sebelumnya aku minta maaf kalau masih belum bisa jadi pasangan yang kamu harapkan. Aku hanya manusia yang tumbuh dari banyaknya luka dan air mata. Aku bersyukur karena Tuhan telah mempertemukan ku denganmu meski kini kita berjalan bersilangan yang dulu bersisihan. Banyak hal yang ingin aku sampaikan. Banyak pertanyaan dan pernyataan yang harus kamu dengar. Beriringan denganmu adalah bagian dari keberuntungan yang selalu ingin aku rayakan.
Tahukah kamu pekerjaan apa yang paling menyenangkan dalam hidup ini? Yaitu ketika aku berhasil mendoakanmu setiap hari. Bukankah doa adalah cara mencintai yang paling indah? Sebab itu, aku selalu ingin melakukannya untukmu. Aku berterima kasih untuk segala upayamu dalam menerima kekuranganmu dan menambah kelebihanku.
Kamu cukup lanjutkan mimpimu dan terus berjalan ke depan tanpa pernah menoleh ke belakang.
Di kehidupan yang hanya sekali ini, aku tetap tidak bisa berakhir dengan seseorang yang aku cintai. Sekuat apa pun aku menggenggam, semuanya akan percuma bilamana aku bukan takdirmu. Ada hari paling cerah bagi orang yang kita cintai tapi menjadi hari paling gelap bagi kita sendiri. Aku melepaskanmu dengan perasaan yang sulit untuk ku jelaskan. Ada rasa bahagia karena akhirnya kamu bertemu dengan seseorang yang akan menemanimu menuju jalan surga sepanjang usia. Ada rasa kecewa karena ternyata aku tidak berhasil mendampingimu selamanya.
Kendati aku tahu bahwa mencintaimu akan sesakit ini, aku yakiin kalau aku tidak akan pernah bisa menghentikannya saat semuanya masih terasa indah. Aku tidak pernah menduga kalau aku akan tersingkirkan. Sebab, selama ini aku sudah mempercayaimu lebih dari aku percaya pada diriku sendiri. Aku menutup mata dan telinga dari kebenaran yang ada bahwa kamu tidak akan menyakitiku. Tapi tenyata aku salah.
Mengapa kamu begitu tega mematikanku? Saat aku berusaha untuk selalu menghidupkanmu? Aku tidak akan membencimu. Tak perlu kujelaskan kenapa, pun kamu sudah tahu. Dan jika aku membencimu, maka itu artinya aku juga membenci Tuhanku. Karena semua ini adalah tidak terlepas dari campur tangan-Nya. Dan jika dia telah campur tangan, maka itulah dengan paling baik untuk kehidupan.

