Site icon Baladena.ID

Cegah Stunting Sejak Dini: Pentingnya Edukasi dan Pemberian Makan Tambahan

pencegahan stunting

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah Aisyiah (MAs) 125 Kabupaten Siak yang diterjunkan di Desa Jambai Makmur, kecamatan Kandis, kabupaten Siak, Riau.

Menjalankan program kerja mereka yang berkaitan dengan kesehatan di Minggu kedua mereka mengabdi. Program tersebut difokuskan untuk pencegahan stunting.

Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok 125 ini mengangkat tema TOSS: Temukan, Obati, Sayangi Bayi Stunting.

Program sosialisasi pencegahan stunting didukung dan mendapatkan arahan langsung dari dosen pembimbing lapangan (DPL) kelompok 125 yaitu ibu Lita Nafratilova, S.SiT.,M.Keb. untuk konsep dan materi yang perlu disampaikan ke warga Jambai Makmur.

Program terlaksana pada hari Selasa tanggal 12 Agustus 2025, bertempatan di posko Posyandu kelompok 3 desa Jambai Makmur yang bekerja sama dengan bidan desa serta kader posyandu.

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah balita, ibu hamil dan pasangan yang sedang mengikuti program hamil, mengingat kelompok tersebut merupakan golongan yang paling rentan dan sangat menentukan dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Pada sesi pertama, kegiatan diisi dengan penyampaian materi edukasi mengenai stunting yang disampaikan oleh perwakilan anggota kelompok 125 sekaligus sebagai penanggung jawab dari program ini yaitu Salsabila dan Putri serta didampingi oleh Kak Eni selaku bidan desa.

Materi mencakup pemahaman dasar tentang apa itu stunting, penyebab terjadinya, dampak jangka panjang bagi pertumbuhan anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan balita.

Edukasi ini bertujuan agar masyarakat semakin memahami pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta peran lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Selain edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita yang mengalami stunting maupun balita dengan risiko stunting.

Pemberian makanan tambahan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak secara langsung sekaligus memberikan contoh kepada orang tua mengenai pola pemberian makanan bergizi, seimbang dan sesuai kebutuhan usia.

Untuk memastikan program ini berjalan berkelanjutan, tim KKN bersama bidan dan kader posyandu juga melakukan monitoring berkala.

Monitoring dilakukan seminggu sekali selama tiga kali kunjungan, yang difokuskan pada pemantauan kondisi balita penerima PMT, mengevaluasi perubahan status gizi, serta mendampingi orang tua dalam memberikan pola asuh dan nutrisi yang sesuai.

Dengan adanya kunjungan rutin ini, diharapkan intervensi gizi yang diberikan benar-benar efektif serta dapat terukur hasilnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, kelompok KKN 125 bersama bidan desa dan kader posyandu berharap masyarakat Desa Jambai Makmur semakin teredukasi, sadar, dan peduli terhadap bahaya stunting.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat jangka pendek melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga menekankan pada pendidikan berkelanjutan, peran aktif keluarga, serta dukungan komunitas desa demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas di masa depan.

Sebagai penutup, mari bersama-sama kita wujudkan generasi sehat dan cerdas dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga komunitas desa sangatlah penting untuk memutus mata rantai stunting.

Dengan semangat kebersamaan, mari kita tegaskan komitmen: katakan ya pada hidup sehat, konsumsi gizi tinggi dan katakan tidak untuk stunting.

Exit mobile version