Sempat ku berbisik pada waktu
Tiada daya ku membekuk itu
Betul tak patut meghakimi sendu
Setubuh dengan hidup yang padu
Terkadang lama tuk sadar
Silam berapa lama terkapar
Sepi rapi sama halnya penanti
Tegar sama hal yang dinanti
Namun apa guna jadi penanti?
Nan berhelat dengan nafsu
Lantas enggan mendedikasi
Kembali berjibaku dengan tinju
Aku tahu betul jejiwa kian
Membangkang hendak insan
Jejiwa yang seharusnya pudar
Menuju neraka bakar terlempar
Tapi itulah cara takdir berkisah
Resah ambigu salah duanya
Hanya riang tentu kan absah
Tabah ramah jadi pelipurnya
Kendatipun begitu misterius
Insan berjalan harus serius
Jika hendak serampak laras
Hendak dan takdir nan lepas
Tetap kedua tangan bertengadah
Langit dan bumi bersemarak doa
Tetap kedua kaki bersusah payah
Lara suka bergerak atas upaya
Oleh : Aletheia Raushan Fikra Ukma, Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang, Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ranting IPM Planet Nufo, Sekretaris Bidang Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Anggota Himpunan Pelajar Islam (HPI) Pusat, Penulis 2 Buku : Mengkaji Hari, Arsip Insomnia

